BekasiBerita Utama
Trending

Dua Desa Terisolir

ANDALKAN TALI: Sejumlah warga berusaha melintasi banjir yang menggenangi kampung Kedung Bokor Desa Pantai Bakti Muaragembong Kabupaten Bekasi, Rabu (26/2). Banjir itu disebabkan oleh luapan sungai Citarum pada Rabu dini hari.ARIESANT/RADAR BEKASIw

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ribuan warga di Desa Pantai Bakti dan Desa Pantai Bahagia di Kecamatan Muaragembong terisolir lantaran tanggul sungai Citarum jebol, Rabu (26/02) dini hari. Akibatnya, jalan menuju Kampung Kedung Bokor, Desa Pantai Bakti dan Kampung Biombong, Kampung Solokan Kendal, Desa Bahagia, terputus.

Pantauan Radar Bekasi di Kampung Kedung Bokor, limpasan air dari Sungai Citarum cukup deras. Hal tersebut membuat proses evakuasi warga sangat dramatis. Untuk keluar dari lokasi banjir, warga harus menggunakan tali tambang untuk pegawangan agar tidak terbawa derasnya aliran sungai Citarum.

Satu warga Kampung Kedung Bokor, Misar (45) mengaku, kejadian jebolnya tanggul sungai Citarum di kampungnya ini terjadi pada rabu dini hari sekitar pukul 00.00 malam. Saat itu warga yang sedang tidur pulas harus berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri masing-masing, karena derasnya air dari sungai Citarum.

”Pada lari keluar, ada yang anaknya kaga pakai salinan lagi, langsung pada dibawa lari. Habisnya takut. Kondisi warga lagi pada tidur. Warga lari ke tempat-tempat yang tinggi untuk nyelametkan diri,” ujarnya saat dimintai keterangan dilokasi kejadian banjir, Rabu (26/2).

Sejauh ini anggota keluarganya sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara dia memilih bertahan sembari menjaga rumahnya yang terendam air hingga 1 meter. ”Saya berharap segera diperbaiki. Malahan tahap pertanian baru pada ngorea habis,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Pantai Bakti, Manan menuturkan, jebolnya tanggul sungai Citarum di wilayah ini karena Tinggi Muka Air (TMA) debit air mencapai 13,10 meter kubik, sedangkan kemampuan tanggul debet hanya 10 meter kubik. Sehingga menyebabkan tanggul jebol.

”Jadi debit air sungai Citarum melebihi kapasitas. Sampai saat ini pihaknya sudah mengevakuasi sekitar 600 Kepala Keluarga (KK). Warga mengungsi di Paud dan rumah saudara-saudaranya,” tuturnya.

Dia mengaku, upaya penanggulangan dengan alat seadanya menggunakan bambu, karung di isi pasir, dan kayu dolken. ”Sampai saat upaya penanggulangan belum maksimal. Kemungkinan meningkat terus,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Muaragembong, Lukman Hakim mengaku sudah menghubungi BBWS Bandung dan Kementerian PUPR. Akan tetapi sampai sore kemarin masih menunggu bantuan-bantuan yang mau diberikan. Salah satunya penanganan jangka pendek dengan pemasangan geobek dan karung yang di isi pasir untuk memperkuat tanggul.

”Jadi nanti kita akan melakukan perkuatan-perkuatan tanggul yang memang jebol. Saya udah menghubungi BBWS Bandung dan Kementerian PUPR,” ucapnya.

Dia menduga, jebolnya tanggul citarum yang dibangun tahun 2010 lalu karena kontruksi tanggul tidak mampu menahan debit air. Kata dia, sejauh ini yang terdampak dua desa Desa Pantai Bakti dan Desa Pantai Bahagia, untuk ke lokasi banjir di Kampun Pantai Bakti harus muter ke Batujaya, Karawang, karena jalurnya putus tidak bisa dilalui.

”Untuk ke lokasi ini kita harus ke Batujaya, Karawang, karena jalurnya putus tidak bisa dilalui. Bantuan dan lainnya harus melalui Karawang. Sampai siang ini saya melihat warga sudah di titik pengungsian semua,” ungkapnya.

”Kedalaman air di Pantai Bakti 30 sampai 1 meter. Dan Pantai Bahagia 1 meter lebih,” sambungnya.

Menanggapi hal tersebut, Staf Teknik BBWS Citarum, Deden Harduna Nugraha menegaskan, untuk sekarang pihaknya tidak bisa melakukan penanganan. Kata dia, sejauh ini penanganan hanya sementara saja.

”Paling kita pasang karung dan geobek untuk menahan air, karena kondisi seperti ini tidak bisa kerja paling nanti pascabanjir setelah air surut baru bisa aksi,” ucapnya saat melakukan tinjauan ke lokasi banjir. (pra)

Related Articles

Back to top button