Metropolis

Ratusan Sekolah Terendam

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Bekasi juga ikut merendam ratusan sekolah baik negeri maupun swasta.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi mencatat, sebanyak 379 sekolah mulai dari TK, SD dan SMP, Negeri mau pun swasta yang ada di Kota Bekasi terdampak. Kondisi itu membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah sekolah terhambat.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Inayatulah mengatakan, jumlah tersebut didapat dari pendataan petugas di lapangan.

”Itu yang kemarin terdampak banjir, itu setelah kita monitor dan kita komunikasikan dengan petugas di lapangan. Mencapai 379 sekolah dari TK sampai SMP Negeri dan swasta,” ujarnya kepada Radar Bekasi, di kantor Disdik Kota Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (26/2).

Inay–sapaan akrabnya–menyebut, Rabu (26/2, air yang menggenangi sejumlah sekolah mulai surut. Namun proses KBM belum berjalan efektif.

”Cuma memang belajar mengajarnya belum bisa efektif gitu kan. Karena ada beberapa yang melakukan bersih-bersih dan segala macam,” ucapnya.

Dijelaskannya, jumlah sekolah yang tedampak banjir tidak berbeda jauh ketika banjir awal Januari 2020 lalu.

”Total keseluruhan dari mulai TK Negeri, swasta sampai SMP Negeri dan swasta mencapai 379 sementara kalau yang kemarin (Januari) 392,” terangnya.

Jumlah sekolah yang banyak terdampak di wilayah Jatiasih. Namun pihaknya mengklaim tak ada kerusakan yang terjadi.

”Yang mengalami kerusakan tidak ada, karena sebelumnya sudah ada laporan dan sudah di antisipasi,” jelasnya.

Menanggapi banyaknya jumlah sekolah yang terdampak banjir, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi menyampaikan, sekolah yang terdampak harus memiliki ruang kelas tingkat sehingga ketika banjir dokumen penting serta aset sekolah bisa terselamatkan. Pemenuhi fasilitas mebel juga harus menjadi perhatian.

”Ruang kelas baru bertingkat, supaya bisa mengamankan dokumen-dokumen sekolah. Seperti rapor, administrasi kependidikan yang ada di sekolah,” katanya.

Ia ingin dinas pendidikan benar-benar mendata mana saja sekolah yang rawan banjir dan berapa banyak mebel yang dibutuhkan di sekolah di Kota Bekasi.

”Kita ingin Disdik mendata betul-betul sekolah yang rawan itu dan di data kebutuhan mebelnya sehingga nanti berapa pengajuan anggaran untuk mebel yang dibutuhkan oleh Disdik,” imbuhnya.

”Tahun 2021 ini secaa RPJMD itu tahun untuk kesejahteraan rakyat, salah satunya itu layanan pendidikan. Bagaimana layanan pendidikan baik. sedangkan mebelnya aja rusak dan gedung kebanjiran terus ga ada solusi. Ini harusnya tahun 2021 secara RPJMD menuntaskan persoalan sarpras di Dinas Pendidikan itu,” ungkapnya. (pay)

 

Related Articles

Back to top button