Metropolis
Trending

Sebagian Rumah Terpaksa Ditinggal Penghuni

Ancaman Longsor Hantui Warga Bantaran Kali Bekasi

RUSAK PARAH: Kamil Sofyan (62) warga RT 03/RW 02 Kelurahan Telukpucung, Bekasi Utara cemas dengan kondisi rumahnya yang sebagian rusak akibat terbawa derasnya aliran Kali Bekasi pada Selasa (25/2) sore. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Beberapa rumah di bantaran Kali Bekasi ditinggal penghuninya lantaran takut longsor dan terbawa aliran air kali. Kondisi rumah nampak rusak dan mengkhawatirkan jika tetap dipaksakan untuk ditempati.

SURYA BAGUS

Bekasi Utara

Dua rumah yang persis berada di bibir Kali Bekasi, wilayah RT 03/RW 02, Kelurahan Telukpucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi kosong ditinggal penghuninya.

Menurut keterangan warga sekitar, penghuni takut jika suatu saat longsor semakin parah dan membahayakan jiwa anggota keluarga mereka.

Satu rumah diantaranya bahkan hanya tersisa tembok bangunan depan rumah, pintu masuk, dan jendela saja. Badan rumah sudah hilang tergerus air Kali Bekasi.

Rumah tersebut diketahui milik ibu Apri, salah satu warga yang dulu tinggal di rumah persis di bibir Kali Bekasi tersebut. Sejak peristiwa longsor yang merusak puluhan rumah dan menghilangkan tujuh rumah disekitarnya, Apri diketahui pindah, tidak ada yang tahu kemana Apri dan keluarga pergi.

”Kalau nggak salah itu punya Bu Apri dulu, sudah hilang (bagian dalam rumah) dari 2014, abis itu dia pindah,” kata, Kamil Sofyan, salah satu warga sekitar ketika ditemui Rabu (26/2).

Pada 2014 lalu diakui longsor yang terjadi cukup besar, alhasil warga yang tetap tinggal meskipun rumahnya berada di bibir kali khawatir jika suatu saat terjadi hal serupa.

Total 34 kepala keluarga mendapatkan santunan kala itu dari Pemkot Bekasi. 34 rumah rusak berat mendapatkan Rp7,5 juta, sementara tujuh rumah yang hilang mendapatkan Rp10 juta.

Luas tanah pemilik berikut yang digunakan untuk bangunan rumah tercatat 100 meter. Namun saat ini hanya tersisa beberapa meter saja, berupa halaman depan rumah dan tanah tempat tembok bahkan depan rumah berdiri.

Setelah mendapatkan uang santunan korban longsor 2014 lalu, pemiliknya sudah pergi ke luar wilayah RT 03/02, mengikhlaskan bangunan dan tanahnya jika hendak dimanfaatkan pemerintah.

Satu rumah lainnya berada di depannya, rumah tersebut diketahui milik orang tua Kamil, lalu ditempati oleh adiknya.

Sejak peristiwa longsor akibat meningkatnya volume air Kali Bekasi pada awal tahun lalu, adiknya pergi memilih tinggal di luar Kota Bekasi, di wilayah Tasikmalaya. Bangunan rumah sudah mengkhawatirkan, salah satu ruangan sudah hilang. Tembok pembatasnya tergerus longsor.

”Kalau yang itu rumah bapak saya, ade yang nempatin, cuma sejak tahun baru itu pindah, listriknya juga masih nyala,” lanjutnya.

Di rumah tersebut, hanya tertinggal satu unit kasur tidur, dan foto Wakil Presiden 2001-2004, Hamzah Haz. Selebihnya, puing-puing bangunan yang sudah berjatuhan. Tepat hari Selasa (24/2) sekira pukul 01.00 dini hari, bagian belakang rumah kembali tergerus longsor.

Rumah ini, sebelum mulai terjadi longsor pada tahun 2007 disebut berjarak cukup jauh dari bibir Kali Bekasi. Berjarak satu hingga dua rumah dari bibir kali. Bahkan di belakang bagian rumah yang sudah tak bertembok pembatas masih ada ruang untuk jalan lingkungan, saat ini sudah menjadi bagian badan kali. (*)

Tags
Close