BekasiBerita Utama

Ratusan Jemaah Bekasi Dipulangkan

Arab Saudi Hentikan sementara Ibadah Umroh

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ratusan jamaah umroh yang berangkat dari Kota dan Kabupaten Bekasi tiba di Arab Saudi kemarin terpaksa harus dipulangkan kembali ke tanah air. Hal ini lantaran kebijakan dari kejuaraan pemerintah Arab Saudi untuk menghentikan sementara warga negara asing untuk masuk ke wilayahnya, termasuk jemaah umroh, Kamis (27/2).

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi berharap situasi ini tidak berangsur lama dan tidak sampai mengganggu jadwal keberangkatan ibadan haji tahun 2020 mendatang. Tahun ini, jemaah haji reguler yang terdaftar dibawah 50 ribu orang, kuota yang akan berangkat tahun ini masih sama dengan tahun lalu sebanyak 2.781 orang.

”Untuk ibadah haji, saat ini kami masih menunggu Perpres pelunasannya. Secara rinci kami tidak ada data yang umroh, karena datanya ada di Provinsi dan Pusat,” terang Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Bekasi, Sri Siagawati, Kamis (27/2).

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Bekasi menyebut bahwa tamu belasan travel umroh di Bekasi terpaksa dipulangkan lantaran tidak bisa masuk, jumlahnya sementara ini disebut ratusan. Pihaknya menghormati kebijakan kerajaan Arab Saudi, dan menyesalkan kebijakan yang dinilai terlalu mendadak.

”Ini ada beberapa travel besar yang tamunya sudah terlanjur ratusan orang keluar, sekarang mereka nunggu dibandara semua nih, nunggu tamunya dipulangin, kan yang sudah terlanjur berangkat dan yang sudah sampai disana itu dipulangin,” terang Wakil Ketua II ASITA Bekasi, Hairani Tarigan.

Produk umroh diakui menjadi domain yang paling masif oleh travel agent di Bekasi. Ada belasan travel agent umroh di Bekasi, mereka memberangkatkan sedikitnya 20 ribu orang dari Bekasi.

Jemaah umroh ini didominasi oleh tamu yang menempuh perjalanan ke luar negeri untuk pertama kalinya, sehingga edukasi mengenai perjalanan dan hambatan yang terjadi seperti saat ini masih minim, bahkan beberapa perusahaan agent travel harus berdebat dengan tamunya lantaran tidak bisa memaklumi keadaan yang terjadi.

Otomatis, peristiwa ini mempertaruhkan nama baik perusahaan travel, diakui sementara ini travel agent dicap cacat oleh para tamu. ”Pasti travel akan dicap cacat oleh jamaah,” tegasnya.

Komisaris Aurora Tour dan Travel, Anwan Anshori Mahdum mengaku sudah mengetahui ada larangan dari pihak Arab Saudi terhadap jamaah umrah dari luar Negara Arab Saudi termasuk Indonesia.

”Ya saya sudah tau ada larangan itu. Dan sekarang saya sedang berada di Arab Saudi sedang umrah bersama ratusan jamaah saya,” kata Anwar, saat dihubungi Radar Bekasi, Kamis (27/2).

Dengan adanya larangan jamaah Indonesia yang melakukan Umrah ke Arab Saudi, lanjut Anwar, akan berpengaruh sekali bagi pihak Travel Umrah dan Haji yang ada di Indonesia. ”Ya sangat berpengaruh sekali, terutama bagi para Jamaah-jamaah yang sudah terdaftar keberangkatannya di bulan sekian gitu kan. Jadi mereka perlu memahami itu,” ucapnya.

Menurutnya, pihak Indonesia harus ada lobi ke Pemerintah Arab Saudi terkait larangan itu. Dan informasi tersebut baru sepihak, dari pihak Arab Saudi. ”Tembusannya mungkin sudah ada di beberapa. Seperti KBRI seharusnya menyampaikan dan KBRI seharusnya menyampaikan ke Pemerintah. Pemerintah melalui Kemenag. Nanti Kemenag Kemudian mendistribusikan informasi ke KBIH-KBIH yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Di tempat yang lain, ketua umum DPP Serikat Penyelenggara Umroh dan Haji Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi mengaku belum mendengar pemulangan sejumlah jamaah yang sudah tiba di Arab Saudi.

”Belum, tapi yang tidak berangkat itu memang yang keberangkatan pesawatnya dari jam 12 siang, itu yang tidak diizinkan berangkat,” singkatnya sembari menyarankan kepada 11 penyelenggara ibadah umroh di Bekasi untuk me-reschedule atau menjadwalkan ulang keberangkatan jemaah untuk mengamankan hak jemaah.

Sementara itu, Kementerian Agama Kabupaten Bekasi mencatat, sebanyak 21 orang yang sudah mengajukan rekomendasi untuk berangkat umroh pada awal Bulan Maret hingga Awal Bulan April.

”Untuk jamaah yang sudah mengajukan dan kami proses rekomendasi akan berangkat Umroh pada awal Bulan Maret dan April sebanyak 21 orang,” kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Bekasi, Sukardi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/2).

Keberangkatan para calon jamaah itu terdata mulai Tanggal 10 Maret, 13 Maret, 25 Maret, 28 Maret, 07 April, 12 April dan 24 April. ”Untuk Travel yang ada di Kabupaten Bekasi hanya sedikit, hanya ada lima travel. Dan setahu saya keberangkatan sudah pada Bulan Febuari, dan berangkat lagi pada bulan Maret,” kata dia.

Kata Sukardi, untuk kepanjangan tangan perusahaan di travel umroh di Kabupaten Bekasi memang banyak, namun untuk yang resmi terdata secara perusahaan perizinannya di Kemenag Kabupaten Bekasi hanya ada lima saja.

”Kalau sistem rekomendasi keberangkatan para jamaah. Untuk perizinan dan rekomendasi secara personal ada di Kemenag Kabupaten Bekasi. Namun untuk perusahaan travel di Kabupaten Bekasi. Karena hanya sedikit informasi yang saya terima belum ada penundaan ataupun dipulangkan,” katanya.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh mengatakan pemberhentian penerimaan jemaah Umrah oleh Arab Saudi bersifat sementara. Maklumat yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi pada Kamis, 27 Februari 2020 itu dilakukan dalam rangka menghentikan penyebaran, pengendalian, dan pemusnahan virus Corona (COVID-19).

Hal itu juga dilakukan guna melakukan upaya perlindungan yang maksimal terhadap keamanan warga negara dan penduduk. ”Dan siapapun yang berencana datang ke wilayah Kerajaan Arab Saudi untuk ibadah Umrah dan ziarah Masjid Nabawi, atau kunjungan wisata,” tulis KBRI Riyadh melalui siaran pers, kemarin.

Stafsus Menteri Agama, Ubaidillah Amin Moch mengatakan pihaknya telah melakukan sidak ke bandara-bandara di Indonesia. Hal ini karena banyak jamaah yang ditunda akibat keputusan Arab Saudi tersebut.

”Dirjen PHU meminta jajarannya sidak ke bandara sebagai antisipasi banyak jamaah di-hold di bandara,” ujar Ubaidillah, Kamis (27/2).

Ubaidillah menuturkan bahwa Kementerian Agama juga menghormati keputusan pemerintah Arab Saudi tersebut. ”Kami minta semua jamaah umrah Indonesia untuk bersabar sambil menunggu pemerintah Arab Saudi mencabut larangan itu,” katanya.

Karena larangan tersebut, Ubaidillah mengatakan, pengajuan visa umrah dan visa lainnya ke Arab Saudi mulai hari ini sudah diberhentikan. Pihaknya juga meminta para pengelola biro perjalanan umrah untuk proaktif mengelola informasi kepada para jamaahnya.(Sur/pay/and/jpc)

Related Articles

Back to top button