Bekasi

Travel Umroh Rugi Miliaran Rupiah

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Arab Saudi menyetop sementara kedatangan semua jemaah umrah dari luar negaranya. Penghentian ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Kebijakan tersebut membuat biro umrah di Bekasi khawatir dan teracam mengalami kerugian miliaran rupiah.

Wakil ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Bekasi Hairani Tarigan mengakui, kerugian yang diderita travel umroh karena kebijakan arab saudi ditaksir mencapai ratusan miliar. Ada dua jenis paket yang disediakan, umroh saja dan umroh plus. Untuk jemaah umroh plus kerugian dipastikan lebih besar, lantaran harus membatalkan perjalanan lainnya akibat tidak bisa masuk ke Arab Saudi.

”Banyak lah pastinya, ini ratusan miliar bisa, satu orang aja katakan yang paling murah 20 sampai 35 juta kan ada paket umroh, itu semua rugi, apakah itu ditanggung penuh sama perusahaan atau jemaah,” ungkapnya.

Hingga saat ini belum diketahui kebijakan ini akan berlangsung sampai kapan, sedangkan travel agent masih memikirkan apakah akan diambil kebijakan refund, tentunya menunggu kebijakan vendor lainnya nanya seperti maskapai, hotel, dan lainnya.

Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesìa (SAPUHI) Syam Resfiadi mengungkapkan bahwa visa tidak bisa digunakan jika telah melewati batas waktu 15 hari. Jika hal ini terjadi sampai satu bulan, jumlah jamaah yang terancam batal umrah bisa mencapai 60 ribu orang.

“Visa-visa yang sudah terbit kalau kita bandingkan jumlah rata-rata jamaah umrah dari Indonesia sekitar 110 ribu per bulan, batas masa berlakunya visa tidak digunakan itu 15 hari, kurang lebih 50 sampai 60 ribu jamaah (terancam batal). Kalau 50 ribu (jamaah) dikali Rp 20 juta per jamaah itu rata-rata (kerugian) sudah Rp 100 miliar,” ujar dia kepada JawaPos.com, Kamis (27/2).

Bagi yang visanya belum terbit, Syam mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi ke maskapai penerbangan dan hotel agar penerbangan tidak dibatalkan. Hal itu dilakukan agar para jamaah bisa umrah di periode berikutnya ketika visa telah terbit.

“Jadikan ini sebagai deposit atau uang muka untuk periode berikutnya sampai visa itu keluar. Kesalahan bukan berada di kami yang membatalkan,” ucapnya.

Sementara itu, Management PT Darussalam yang bergerak dibidang travel Umroh, Rafihandi mengaku bersyukur karena tidak ada jamaahnya yang dipulangkan, serta adanya penundaan keberangkatan.

Dia menjelaskan, Sebanyak 45 jamaah umroh sudah diberangkatkan pada tanggal 18 Febuari tahun 2020 beberapa sepekan lalu. Dan direncakan akan pulang ke tanah air pada tanggal 29 Febuari mendatang.

”Untuk kerugian saat ini kami belum ada, sebab pengurusan visa itu kan seminggu sebelum keberangkatan, dan jadwal kami berangkat nantinya pada tanggal 28 Maret, jadi visa juga belum diurus. Dan untuk yang sebelumnya kami juga sudah memberangkatkan pada tanggal 28 Febuari saat ini tinggal menunggu kepulangan saja,” jelasnya.

Sementara itu, Divisi Marketing PT Athalla Putra Pratama, Nuni menuturkan, untuk saat ini pihaknya juga belum ada keberangkatan. Sebab keberangkana direncanakan pada Bulan Maret. ”Kami masih menunggu keputusan seperti apa nantinya dari komunikasi diplomasi antara pemerintah,” tuturnya.

Terpisah, salah satu Warga Kampung Baru, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Farid Akbar menjelaskan, kondisinya untuk saat ini sehat waalafiat dalam menjalankan ibadah umroh. Ia mengaku berangkat umroh pada tanggal 20 Febuari.

Alhamdulillah saya sehat dan merasa berkah dalam menjalankan ibadah umroh. Dan sepengetahuan saya dari informasi yang didapat tidak ada masyarakat Indonesia terditeksi virus Corona,” ujar Farid yang saat ini berada di Kota Mekkah, kepada Radar Bekasi melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp, kemarin.

Namun untuk para jamaah asal Indonesia yang ingin menjalankan ibadah umroh dari Kota Madinah ke Kota Mekkah saat ini tidak bisa. Kata dia, Pemerintah Arab Saudi saat ini semakin memperketat para jamaah umroh dari berbagai negara.

”Meskipun para jamaah di Masjidil Haram, Kota Mekkah tampak khusuk dalam menjalankan ibadah. Namun disisi lain meskipun sudah melaksanakan miqat dari Kota Madinah menuju Kota Mekkah dipulangkan kembali ke Kota Madinah lantaran untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona,” jelasnya.(sur/and/jpc)

Related Articles

Back to top button