Cikarang
Trending

Pemkab Diminta Perbaiki Infrastruktur

Sejumlah pelajar terpaksa pulang melewati banjir yang melanda wilayah Kampung Kobak Ceper, Desa Karang Harja, Kecamatan Pebayuran,” kata Eri, Minggu (1/3). IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Masyarakat berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, agar lebih cepat dan tanggap untuk memperbaiki dan memberi solusi dalam menangani masalah banjir dari aspek pembangunan infrastruktur.

Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Peduli Keadilan, Eri Efendi. ”Masyarakat mengharapkan bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat, sebab sudah 10 hari warga terisolir. Khususnya di Kampung Kobak Ceper, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran,” kata Eri, Minggu (1/3).

Dijelaskan Eri, sedikitnya di Desa Karangharja, terdapat 290 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 1.296 jiwa yang harus meninggalkan rumah-nya karena banjir yang merendam.

”Kalau infrastruktur diperhatikan dalam aspek penanganan banjir, setidaknya juga masyarakat tidak kesulitan. Dan anggaran yang dikeluarkan untuk bantuan logistik tidak terbuang, dan bisa tersalurkan kepada warga yang terkena bencana banjir,” katanya.

Terkait untuk pemberian bantuan dari pemerintah daerah kepada masyarakat terdampak banjir, tambah Eri, patut diapresiasi. Namun alangkah baiknya lagi, untuk mengedepankan perbaikan infrastruktur.

”Memang saat ini ada bantuan untuk makanan, namun yang lebih baik lagi bisa fokus pada pembangunan infrastruktur. Kasihan warga harus terisolir,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Pebayuran, Cecep Supriadi menuturkan, untuk wilayah Kampung Kobak perlu penanganan dari pemerintah daerah untuk mengantisipasinya.

Menurut dia, karena permukinan masyarakat yang berada di dataran rendah, secara geografis membuat terendam banjir lebih lama. ”Saya sudah sampaikan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Semoga bisa kami pecahkan bersama untuk kepentingan masyarakat,” harapnya. (and) 

 

Related Articles

Back to top button