Metropolis
Trending

Pemkot Kekurangan Pompa Air

Pengendara melintas didepan rumah pompa air di Jalan Underpass, Bekasi Timur, Minggu (1/3). Hingga saat ini jumlah pompa air untuk menanggulangi banjir dinilai belum ideal. RAIZA SEPTIANTO/RADAR

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) menilai masih kekurangan pompa air untuk mengantisipasi genangan banjir di berbagai wilayah di Kota Bekasi.

Rencananya pompa yang sudah ada akan ditambah di beberapa titik guna memaksimalkan penyedotan air.

Contohnya, di wilayah Caman, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, pompa yang ada saat ini sebanyak dua unit masih kurang guna mengantisipasi genangan air. Total dua unit pompa tersebut memiliki kapasitas 100 meter kubik, tidak sebanding dengan curah hujan yang turun.

”Sudah dipasang dua, nambah lagi curah hujannya nah jadi pompa yang ada tidak kuat lagi. Kemarin tuh minimal 500 meter kubik untuk di sana,” terang Kepala Dinas BMSDA, Arief Maulana saat dijumpai beberapa waktu lalu.

Saat ini total jumlah pompa air yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Bekasi sebanyak 80 unit, ditambah dengan 28 pompa portable.

Sedangkan, untuk di wilayah Jalan Kartini, Bekasi Timur, volume air yang merendam permukiman warga sangat besar akibat kiriman dari wilayah hulu. Sudah ada dua pompa di wilayah tersebut, namun genset yang ada tidak mampu mengoperasikan keduanya, sehingga harus ditambah.

Jika daya harus dihubungkan melalui sambungan PLN, biaya abodemen harus dikeluarkan setiap bulannya meskipun pompa tidak dioperasikan. Sehingga alternatif yang dipilih menggunakan genset, lantaran dinilai lebih ekonomis.

”Karena PLN itu pakai tidak dipakai, harus membayar biaya abodemen. Tapi kalau genset, membayar pemeliharaan dan solarnya saja,” ungkapnya.

Untuk pompa yang sudah ada, pemeliharaan harus tetap dilakukan, terutama jika dioperasionalkan secara terus menerus, perlu dilakukan pergantian komponen pompa untuk menjaga kapasitas pompa tetap seperti semula.

Rencananya akan dilakukan penambahan pompa statis disejumlah titik, juga penambahan kapasitas daya sedot pompa di sejumlah titik seperti Pondok Gede Permai (PGP) dan Jati Rasa.

”Kita maksimalkan yang sifatnya bukan portable, tapi pompa statis. Yang pertama di Caman, Kartini, yang ketiga belum dipasang pompa di Kali Mati, Durenjaya yang nggak ada pompanya makanya,” tambahnya.

Dari 14 pompa portable yang ada, dua diantaranya cadangan, sementara 12 lainnya didistribusikan ke masing-masing kecamatan. Diketahui, di wilayah Komplek Dosen IKIP, tiga pompa tidak beroperasi lantaran terendam air, warga berharap untuk DBMSDA turun memperbaiki pompa.

”Pompa tiga tidak berfungsi, sekarang kita buka pintu air (di pintu masuk perumahan) supaya air tidak melimpah,” terang pegurus RW setempat, Romen (64) saat air kembali merendam Komplek perumahan, Jumat (28/2) lalu. (sur)

Related Articles

Back to top button