Bekasi
Trending

Sering Mengalami Patah Tulang

Cerita Ladies Grasstrack yang Suka Menantang Maut

ISTIMEWA/RADAR BEKASI
TANTANG MAUT: Nisa (14) saat mengikuti kejuaraan balap Grasstrack di Pesona Wanajaya Sirkuit dan Fun Park Jalan Gunung Salak Kota Jati Rawa Lele, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Sabtu (29/2).

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kalau melihat kaum adam gemar naik motor trail mungkin sudah biasa saja. Tapi gimana ceritanya kalau ada gadis manis yang sejak kecil jiwanya memang sudah tertarik untuk terabasan naik motor trail?

Laporan : Karsim Pratama

Cibitung

Motocross memang masuk kedalam salah satu olahraga ekstrem, khususnya saat jelajah alam dengan lintasan balapnya sengaja dibuat berundak dan berlumpur untuk memberikan tantangan bagi para ridernya.

Ekstrem, bukan berarti tidak ada wanita yang terjun ke balap garuk tanah ini. Buktinya Nisa, siswi Mts Bani Hamim, Kota Bekasi sangat mahir menunggangi kuda besi ini meskipun usianya masih 14 tahun.

Remaja yang tinggal di Perumahan Griya Husada Asri, Tambun Selatan ini, sudah mengikuti berbagai kejuaraan Balap Grasstrack yang sering berlangsung di berbagai daerah. Adanya dukungan dari kedua orang tua membuat dirinya semangat menjalani hobinya ini. Bahkan pihak sekolah ikut mendukung hobinya.

Anak sulung dari empat bersaudara ini mengaku, hobinya ini berawal saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Dimana saat itu dirinya sering diajak orang tuanya (ayah) ke lokasi balap grass track. Sampai akhirnya dia senang membawa motor cross dan menekuninya, yang kemudian mengikuti berbagai kejuaraan.

”Awalnya sering diajak ayah bener-benerin motor doang, lalu nyeting motor, lama-lama jadi bisa, terus hobi. Saya sudah hobi dari kelas lima Sekolah Dasar (SD), sampai sekarang,” ujarnya saat ditemui Radar Bekasi usai mengikuti Balap Grasstrack di Pesona Wanajaya Sirkuit dan Fun Park Jalan Gunung Salak Kota Jati Rawa Lele, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung.

Dia mengaku, hobinya ini mendapatkan dukungan dari kedua orang tuanya. Bahkan keahlian dirinya mengendarai sepeda motor cross ini didapatkan dari orang tuanya (ayah), yang memang menyukai balap grasstrack. Selama tiga tahun mengikuti kejuaraan balap grasstrack yang berlangsung di beberapa daerah, dirinya berhasil meraih berbagai prestasi.

Alhamdulillah beberapa kejuaraan berhasil menjadi juara. Saya udah mengikuti kejuaraan di Sumedang, Indramayu, Bogor, Bekasi, dan beberapa tempat lainnya. Selama ini orang tua selalu dukung kalau masih di jalan yang benar,” ungkapnya.

Perempuan kelahiran Bekasi 1 September 2005 ini menuturkan, setiap akan mengikuti kejuaraan balap Grasstrack dirinya rutin melakukan latihan. Bahkan pihak sekolah mendukung hobinya ini, dengan meliburkan dirinya menjelang mengikuti kejuaraan, agar bisa fokus latihan.

”Saya latihan terus, biasanya kalau mau balap hampir setiap hari. Termasuk sekolah juga ngizinin, jadi kalau mau balap seminggu sebelumnya boleh diliburin. Sehingga saya bisa fokus latihan dan fisik,” tuturnya.

Sambil duduk di bangku, Nisa yang mengenakan kerudung ini mengaku, selama menekuni hobinya ini sudah sering merasakan jatuh sampai mengalami patah tulang. Kendati demikian kata dia, itu bukan suatu persoalan, karena setelah sembuh dirinya kembali menjalani hobinya ini.

”Saya pernah ngerasain jatuh. Satu kali sampai patah, itu belum lama ini. Tapi enggak kapok, hari ini saya tetap mengikuti kejuaraan balap grasstrack,” ucapnya.

Hal serupa dirasakan juga oleh Nada Kirana (16). Perempuan asal Sukabumi ini yang juga hobi balap Grasstrack sejak dua tahun yang lalu sudah merasakan patah tulang selama dua kali. Kendati demikian hal itu tidak mengurungkan hobinya sebagai pembalap motor cross. ”Saya hobi balap Grasstrack dari dua tahun yang lalu. Selama dua tahun pernah dua kali patah,” ucapnya di lokasi balap grasstrack.

Remaja yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sukabumi ini mengaku, dalam menjalankan hobinya ini tidak ada paksaan dari orang tua. Kata dia, hobi ini berawal saat dirinya sering diajak orang tua adventure ke gunung. Kemudian saat lihat orang lain mengenai motor cross dirinya minat dan mulai mencoba.

”Enggak disuruh orang tua, cuma sering diajak adventure sama orang tua ke gunung. Kemudian saat lihat orang lain minat dan mencoba sedikit-sedikit. Awal-awal diajarin orang tua. Saya sudah sering mengikuti kejuaraan balap Grasstrack, Sukabumi, Cianjur, dan masih banyak tempat lainnya,” tuturnya. (*).

 

Related Articles

Back to top button