Cikarang
Trending

Aksi Ancam ’Seruduk’ Kejari

Desak Tetapkan Tersangka Pemborong SMPN 3

”Kami masih melakukan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulpaket) dan data,” ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Bekasi, Suseno saat ditemui di depan kantornya, Senin (2/3).

Pria yang akrab disapa Seno menjelaskan, pihak ketiga atau pelaksana kegiatan sudah dilakukan pemanggilan. Tapi hingga saat ini, yang bersangkutan belum juga memenuhi panggilan.

”Kami sudah beberapa kali melakukan pemanggilan kepada pihak ketiga (pemborong). Namun tak pernah datang juga, dan selanjutnya akan kami panggil kembali untuk dimintai keterangan,” janji Seno.

Lanjut Seno, sebelum dilakukan pemanggilan kepada pihak pemborong, pihaknya akan lebih dulu melakukan pemeriksaan kembali Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan konsultan pembangunan sekolah tersebut.

”Memang ada rencana kami untuk memanggil kembali pemilik perusahaan tersebut. Akan tetapi, dari tim mengatakan masih ada yang perlu digali dari PPK maupun PPTK-nya,” terang Seno.

Sementara itu anggota Aliansi Kampus Bekasi (Aksi), Zainudin, mengancam jika pihaknya akan melakukan aksi damai untuk memberi dukungan moral kepada Kejari Kabupaten Bekasi, sehingga bisa bekerja lebih cepat untuk menuntaskan dugaan korupsi pembangunan SMPN 3 Karang Bahagia.

”Kami akan terus menyuarakan kegelisahan masyarakat. Khususnya pada sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Bekasi. Oleh sebab itu, kami akan melakukan aksi pada Kamis (5/3) mendatang di depan Kantor Kejari Kabupaten Bekasi,” tegas pria yang akrab disapa Zay ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, pergerakan Aksi yang melaporkan dugaan korupsi sarana dan prasana pendidikan di Kabupaten Bekasi, mendapat dukungan moral melalui video singkat di media sosial (medsos) dari para mahasiswa berbagai daerah.

Aksi yang melakukan investigasi pembangunan SMPN 3 Karang Bahagia itu di-upload ke YouTube, dan video tersebut sempat viral. Karena Unit Sekolah Baru (USB) yang dibaru digunakan tujuh bulan itu menggunakan APBD 2018 sebesar Rp 13,2 miliar.

Adapun berbagai mahasiswa yang mendukung, diantaranya, Perkumpulan Ikatan Pelajar Mahasiswa Bekasi (Imapasi) dari Provinsi Banten, Arjo. Kata dia, pihaknya mendukung kritisi para mahasiswa Bekasi yang mengkritisi fasilitas pendidikan di Kabupaten Bekasi.

Dalam video yang dibuatnya, berkumpul sejumlah mahasiswa yang memberi dukungan. ”Teruskan perjuangmu para kawan kawan mahasiswa Bekasi, dan kami harap, penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi bisa bekerja cepat dan tidak main mata dengan pemborong yang sudah melakukan kesalahan dalam pembangunan sarana pendidikan untuk kemajuan sebuah bangsa,” kata Arjo saat dihubungi, Jumat (28/2).

Mahasiswa lain yang juga turut memberi dukungan moral, adalah dari Institut Sains Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta, Fakultas Hukum Kabupaten Sampang, Madura, Universitas PGRI Semarang Jawa Tengah, Universitas Binadarma Palembang, Universitas Lampung (Unila), dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Abdu Ro’uf.

Dukungan juga datang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden fatah Palembang, Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (BEM PTAI) Sumsel, Serikat Petani Indonesia (SPI) Sukabumi.

Anggota Aksi lain, Fakhri Pangestu menyampaikan, hingga saat ini pihaknya masih melihat bahwa Kejari Kabupaten Bekasi masih berkutat di Pulbaket.

”Dengan adanya dukungan ini, kami harapkan menjadi efek jera bagi oknum pejabat dan pelaku usaha yang mencari keuntungan pribadi maupun kelompok, karena sudah merugikan keuangan negara,” beber Fakhri.

Pihaknya juga mendesak, Kejari Kabupaten Bekasi bisa segera menetapkan tersangka dalam kasus pembangunan SMPN 3 Karang Bahagia yang tidak sesuai spek dari Pemkab Bekasi. (and) 

 

Related Articles

Back to top button