Metropolis
Trending

DLH Segera Kaji Sanksi ”Diet Plastik”

MULAI DITERAPKAN: Tidak disediakannya kantong plastik bagi pembeli sebagai program Zero Plastic, mulai berjalan di sejumlah toko ritel Kota Bekasi sejak Minggu (1/3) lalu. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Hari kedua pelaksanaan program kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik di sejumlah ritel atau toko modern menjadi perhatian Pemerintah Kota Bekasi.

Pemkot Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana mengkaji sanksi hingga reward yang akan diberikan bagi ritel atau toko modern yang belum menerapkan program tersebut.

Semua elemen, baik masyarakat, pengusaha ritel, hingga mal diharapkan sudah beralih untuk mempergunakan kantong belanja yang dapat dipakai berulang kali. Selain mengurangi sampai plastik juga berguna untuk meminimalisir volume sampah yang dibuang ke TPA Sumur Batu.

”Ada juga yang sudah pakai dari bahan kertas atau kardus, ini respon yang sangat bagus dari publik, tentunya bukan masyarakat tapi juga pengusaha, pihak ketiga, ritel dan segala macam. Memang itu yang kita harapkan dan kita evaluasi, mungkin belum semuanya ya,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Yayan Yuliana, Senin (2/3).

Evaluasi pelaksanaan pada hari kedua kemarin belum bisa dipastikan presentase ritel atau tenant di mal yang sudah memberlakukan kebijakan tersebut. Hingga sepuluh hari kedepan, pihaknya masih melakukan pemantauan dan evaluasi.

Dia menegaskan dalam kebijakan yang diberlakukan mulai awal Maret lalu menyarankan masyarakat, ritel, dan sebagainya untuk menggunakan kantong belanja yang bisa dipakai berulang kali, bukan kantong belanja sekali pakai.

Evaluasi direncanakan pada hari Senin pekan depan, sekaligus merumuskan sanksi dan reward kepada pihak yang belum dan sudah memberlakukan kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik. Sanksi akan dipertimbangkan berupa tindakan penyegelan dan beberapa alternatif sanksi lainnya.

Pihaknya juga masih mengkaji konten kantong plastik ramah lingkungan seperti yang dijumpai di berbagai ritel. Jika sudah didapatkan secara pasti standar dan sertifikat terkait bahan baku plastik ramah lingkungan tersebut, lebih lanjut akan dipertimbangkan.

”Nanti semua bikin ini plastik ramah lingkungan kan repot, kita harus tahu kandungannya seperti apa yang ramah lingkungan itu,” ungkapnya.

Sementara itu, di salah satu minimarket di Kota Bekasi menyampaikan bahwa untuk mengganti kantong plastik, disiapkan kantong ramah lingkungan. Mulai tanggal 1 Maret lalu, semua minimarket disebut sudah memberlakukan kebijakan ini.

”Kami menyediakan kantong ramah lingkungan,” terang salah satu petugas minimarket, Ibnu (28).

 Kantong ramah lingkungan yang disiapkan tersebut dijual tergantung ukuran, dibuat dari bahan kain. Untuk kantong plastik ramah lingkungan ukuran kecil dijual Rp5 ribu, sementara untuk ukuran besar dijual Rp10 ribu. (sur)

 

Related Articles

Back to top button