Metropolis
Trending

Pemkot Kekurangan Guru PNS

ILUSTRASI: Salah satu guru sedang berdialog dengan siswanya di salah satu sekolah Negeri di Bekasi, beberapa waktu lalu. Lebih dari 200 Guru PNS di tingkat SD dan SMP di Kota Bekasi memasuki masa pensiun. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tahun 2020, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mencatat sebanyak 200 lebih guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Bekasi memasuki masa pensiun.

Masa kerja ratusan PNS Guru tersebut akan berakhir bertahap setiap bulannya. Meski banyak PNS Guru yang pensiun, Disdik mengklaim tidak ada kendala untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah sekolah.

Kepala Disdik Kota Bekasi, Inayatulah mengatakan, mengantisipasi banyaknya guru PNS yang masuk masa pensiun, pihaknya memaksimalkankan sejumlah guru tenaga kerja kontrak atau honorer. Serta menambah jam mengajar guru yang ada.

”Selama ini tidak terganggunya KBM, karena kita sudah antisipasi dengan guru piket maupun guru GTK dan guru TKK,” katanya, kepada Radar Bekasi, Senin (2/3).

Biasanya guru maksimal mengajar 24 jam selama satu minggu. Dengan adanya guru PNS yang pensiun dijelaskannya, penambahan jam mengajar guru bisa ditambah menjadi 30 hingga 35 jam.

”Guru maksimal mengajar itu 24 jam dalam satu minggu, nah kita di Kota Bekasi akan tambah 30 sampai 35 jam dan itu salah satu antisipasi,” ucapnya.

Pihaknya juga mendorong pemerintah pusat dapat mengangkat guru TKK atau honorer menjadi PNS, menyusul berkurangnya guru PNS saat ini.

”Saya juga berharap pemerintah dapat mengangkat guru TKK dan honorer menjadi PNS atau mengangkat guru-guru yang ada. Karena Guru PNS di Kota Bekasi sangat minim,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, optimalisasi tenaga guru bisa dilakukan. Pihaknya juga mengupayakan guru fokus mengajar, sedangkan persoalan administrasi sekolah nantinnya menggunakan tenaga-renaga administrasi.

”Kita akan lakukan optimalisasi pegawai ASN yang kita miliki yang memang memiliki basic untuk tenaga pengajar. Tentunya ada di beberapa dinas mereka latar belakangnya adalah sebagai pendidik, kemudian di perbantukan di OPD lain,” ucapnya.

Selain itu, dirinya akan mendorong pemerintah pusat dalam rangka proses penambahan guru. Ia menilai persoalan ini adalah persoalan nasional. Hampir di setiap daerah masih terbatas guru PNS.

”Memang ada 200 Guru PNS tahun ini pensiun, Makanya kita harus ada tenaga TKK yang akan kita libatkan. Nanti akan kita lihat latar belakangnya, kita akan sosialisasi, kita latih, kita evaluasi pada saat KBM. Tentunya bukan hanya mengajar tapi juga mendidik agar siswa menjadi generasi yang lebih baik lagi,” tukasnya. (pay)

 

Related Articles

Back to top button