Berita UtamaCikarang
Trending

Status Tanggap Darurat Bencana Berakhir

LEWATI BANJIR: Sejumlah pelajar kelas IX berjalan di atas meja yang dijadikan sebagai pijakan untuk melewati banjir di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Yapin 2, Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin (2/3). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Seiring mulai surutnya debit air atau banjir di sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) pun resmi mencabut status tanggap darurat bencana.

Hal ini disampaikan Kepala Sub Bagian Humas Setda Pemkab Bekasi, Ramdan Nurul Ikhsan, Senin (2/3). Kata dia, meski status tanggap darurat bencana berakhir, namun Pemkab Bekasi tetap menyalurkan bantuan kepada masyarakat korban banjir.

”Pada hari ini (kemarin, Red) Pemkab Bekasi sudah resmi mencabut status tanggap darurat bencana. Sebab beberapa wilayah di Kabupaten Bekasi, air sudah mulai surut. Tapi masih ada beberapa titik yang perlu diberikan bantuan dan penangan bencana,” ucap Ramdan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muhammad Said menjelaskan, banjir masih terjadi di sejumlah wilayah kecil di Kabupaten Bekasi.

Dijelaskan Said, kondisi sudah mulai normal pascabanjir yang sebelumnya ada 20 kecamatan yang terkena dampak banjir. Dan saat ini, hanya beberapa titik saja yang tersisa.

”Untuk tanggap darurat resmi berakhir seiring dengan banyak wilayah yang airnya mulai surut. Status tanggap darurat itu ditetapkan, bilamana 50 plus 1 wilayah terkena bencana, termasuk fasilitas umum yang tidak bisa digunakan hingga mengganggu aktivitas warga secara keseluruhan. Sedangkan saat ini kondisinya sudah kondusif,” terang Said.

Ia menjelaskan, sebenarnya banjir masih terjadi di beberapa wilayah, dan cenderung mulai surut. Masih terdapat di empat kecamatan, yakni Muaragembong, Babelan, Pebayuran dan Setu. Tinggi permukaan air di lokasi tersebut antara 20-80 centimeter.

”Sebetulnya kemarin ada delapan kecamatan yang masih banjir, tapi empat-nya sudah surut, tinggal empat lagi. Dan kami harapkan seluruhnya bisa segera surut, karena intensitas hujan sudah cenderung menurun. Kendati begitu, petugas tetap kami siagakan di lokasi,” ujar Said.

Ditambahkannya, masih terdapat dua titik banjir yang kini dalam pantauan lebih, yakni Setu dan Pebayuran. ”Setu tadi (kemarin,Red) pagi, warga sudah kami evakuasi dan mengirim bantuan logistik. Kemudian di Pebayuran, kendaraan tidak bisa masuk, karena terisolasi, jadi kami gunakan perahu karet untuk mengirim bantuan logistik,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, secara keseluruhan ada 13.771 Kepala Keluarga di Kabupaten Bekasi terdampak banjir besar jilid II ini. Jumlah warga terdampak itu dihitung dari pekan ketiga Februari hingga awal Maret 2020.

 Dalam kurun waktu lebih dari dua minggu, banjir tercatat merendam 98 titik di 41 desa yang tersebar di 20 kecamatan. Pada banjir besar jilid II ini, hampir seluruh wilayah Kabupaten Bekasi terendam. (and)

Related Articles

Back to top button