Metropolis
Trending

Tak Hanya Pemanis, Libatkan Patroli dan Atur Lalin

Peran Puluhan Srikandi Dishub Kota Bekasi

PATROLI: Kadishub Kota Bekasi, Dadang Ginanjar melepas sejumlah Srikandi untuk melakukan Patroli. AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mulai menerjunkan anggota Srikandi (anggota Dishub perempuan) ke lapangan. Tak cuma sebagai pemanis, mereka juga dituntut bisa menangani persoalan lalu lintas dan mengurai kemacetan di sejumlah wilayah Kota Bekasi. Seperti apa peran mereka?, berikut laporannya.

AHMAD PAIRUDZ

Bekasi Selatan

Ada pesan yang ingin disampaikan Dishub Kota Bekasi ketika melibatkan Srikandi Dishub. Tidak hanya sebagai pemanis, kepiawaiannya mengatur lalu lintas juga diharapkan bisa berperan di lapangan.

”Selama ini di kita ada Srikandi, ada tim lalu lintas di Dishub itu perempuan. Dan perempuan itu identik dengan ramah, santun murah senyum kan gitu. Khusus pada tim Srikandi ini bukan hanya sebagai pemanis bukan. Tapi saya hadirkan Srikandi ini di beberapa titik untuk melakukan patroli dan mengurai kemacetan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Dadang Ginanjar usai melepas Srikandi Lalu Lintas di depan kantornya, Jalan Pangeran Jayakarta, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, Senin (2/3).

Mulai kemarin, sejumlah personel perempuan ini mulai melakukan patroli dan mengurai kemacetan lalu lintas di sejumlah wilayah Kota Bekasi.

Tujuan dilibatkannya pegawai perempuan di instansinya, agar memberikan efek perubahan bagi masyarakat.

Sebab, sebelumnya personel perempuan hanya bekerja di kantor dan menjadi staf administrasi.  Namun sekarang akan dijumpai petugas perempuan dengan seragam lengkap.

Dari 51 Srikandi Dishub sebanyak 45 Srikandi diterjunkan ke Jalan, dan sisanya bertugas di kantor. Namun tidak menutup kemungkinan semuanya akan dilibatkan di lapangan.

”Semua Srikandi kita kerahkan, tapi dibagi tugas atau shift. Misal dalam setiap shift yang bertugas sepuluh orang, maka shift berikutnya sepuluh orang. Dan ini baru uji coba saja. Jika efektif, nanti kita lanjutkan,” ujarnya.

Kemudian, tugas Srikandi tidak ditempatkan pada satu titik, melainkan keliling melakukan patroli ke sejumlah wilayah yang tengah rawan kemacetan. Namun, keberadaan Srikandi dalam posisi on way atau siaga di jalan raya.

”Jadi mereka patroli dari titik satu ke titik yang lain. Jika terjadi kemacetan, mereka bisa terjun langsung membantu petugas yang ada di lokasi. Biasanya kan masyarakat kalau melihat pengatur lalu lintasnya perempuan cantik, akan berbeda,” terangnya.

Hanya saja, untuk tahap awal uji coba, dari 45 personil Srikandi pihaknya baru mengerahkan 20 personel yang ditugaskan pada tiga waktu, yakni pagi hari antara pukul 06.00 hingga 09.00. Siang hari pukul 11.00 hingga 14.00 dan sore hari pukul 15.00 hingga pukul 18.00.

Lanjut Dadang, semua personel Srikandi sudah dibekali pengetahuan dan pendidikan seperti petugas Dishub yang lain. Jadi, apabila masyarakat membutuhkan bantuan, mereka bisa memintanya kepada Srikandi yang bertugas di lokasi.

”Apa yang dikeluhkan mengenai lalu lintas, Srikandi akan membantunya. Kita akan tempatkan di 93 titik persimpangan dan 24 titik kemacetan,” tegasnya.

Sederhananya kata dia, jika ada mobil macet mogok di jalan, Srikandi bisa menginformasikan ke tim derek. Karena mereka sudah ada nomor-nomor yang harus di hubungi. ”Dan yang pasti skill mereka semua oke,” tegasnya.

”Saya akan optimalkan dulu yang ada, untuk menambah saya belum kesana. Tidak hanya Srikandi saja nanti juga di bantu dengan yang laki-lakinya juga,” pungkasnya. (*)

 

Related Articles

Back to top button