Berita UtamaMetropolis
Trending

Kaji Sanksi Zero Plastic

Larangan penggunaan kantong plastik di sejumlah ritel mulai berjalan di Kota Bekasi sejak Minggu (1/3) lalu. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Larangan penggunaan kantong plastik yang mulai diterapkan Pemerintah Kota Bekasi awal Maret 2020, terutama di toko modern terus dipantau.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menegaskan pengusaha ritel yang masih menggunakan kantong plastik tidak ramah lingkungan bakal diberikan sanksi.

”Tindakan konkret terakhir adalah pencabutan izin operasionalnya. Tentu ini dilakukan apabila regulasi ditetapkan, baik dalam bentuk Perwal atau Perda agar ada kekuatan hukum yang tetap. Bila perlu sanksinya berbentuk pidana,” kata Tri, usai menghadiri Pelantikan 12 Demang BKMKB, Selasa (3/3).

Regulasi sendiri, menurutnya akan ditetapkan setelah pemerintah melakukan pembahasan bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Hanya saja saat ini pemerintah baru sebatas melakukan sosialisasi kepada pengusaha ritel untuk tidak menggunakan kantong plastik.

”Proses kan bertahap, sekarang baru tahap sosialisasi mengurangi penggunaan kantong plastik, jadi fokus di pengusaha ritel dan belum menyasar pasar tradisional,” terangnya.

Dirinya juga berharap dalam satu tahun seluruh toko ritel di Kota Bekasi sudah melaksanakan program ini. Apindo sendiri menarget satu tahun sudah efektif, ini memang prosesnya masih sosialisasi.

”Bogor saja untuk ritel harus menghadapi dua tahun untuk program ini. Nah kalau kita bisa kurang dari satu tahun, itu lebih baik,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam pengawasan program Zero Plastic, Pemerintah Kota Bekasi dimotori oleh Tim Wali Kota Bekasi untuk Percepatan Pelaksanaan Penyelenggaraan Pemerintah dan Pembangunan (TWUP4). Sementara, Apindo sendiri memiliki tim khusus yang bekerjasama dengan pemerintah.

”Mereka punya asosiasi dan tim, kita sendiri juga punya tim yang dimotori Tim Percepatan, teman-teman dari LH dan stakeholder lainnya,” katanya.

Sementara, bagi toko modern dan swalayan yang masih kedapatan menggunakan kantong plastik, pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memberikan teguran agar pengusaha komitmen terhadap kesepakatan yang ditetapkan bersama.

”Daerah mana ritel yang masih menggunakan kantong plastik biar kita sidak. Karena mereka berarti tidak berkomitmen dan ini sudah janji semua asoiasi bahwa untuk sementara waktu, mereka tidak menggunakan kantong plastik dan asoiasi akan melakukan pengawasan,” imbuhnya.

Ia juga mengimbau agar pengusaha dan masyarakat menaati ketentuan yang berlaku. Sehingga, program zero plastik yang dicanangkan pihaknya bisa berjalan efektif.

”Sekarang bagaimana terbangunnya kesadaran bersama, bagaimana merubah prilaku dan mindset. Tidak hanya masyarakat tetapi juga pengusahanya,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Yayan Yuliana menyatakan, hingga sepuluh hari kedepan, pihaknya masih melakukan pemantauan dan evaluasi.

Dia menegaskan dalam kebijakan yang diberlakukan mulai awal Maret lalu menyarankan masyarakat, ritel, dan sebagainya untuk menggunakan kantong belanja yang bisa dipakai berulang kali, bukan kantong belanja sekali pakai.

Evaluasi direncanakan pada hari Senin pekan depan, sekaligus merumuskan sanksi dan reward kepada pihak yang belum dan sudah memberlakukan kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik. Sanksi akan dipertimbangkan berupa tindakan penyegelan dan beberapa alternatif sanksi lainnya.

Sementara itu, di salah satu minimarket di Kota Bekasi menyampaikan bahwa untuk mengganti kantong plastik, disiapkan kantong ramah lingkungan. Mulai tanggal 1 Maret lalu, semua minimarket disebut sudah memberlakukan kebijakan ini.

”Kami menyediakan kantong ramah lingkungan,” terang salah satu petugas minimarket, Ibnu (28).

 Kantong ramah lingkungan yang disiapkan tersebut dijual tergantung ukuran, dibuat dari bahan kain. Untuk kantong plastik ramah lingkungan ukuran kecil dijual Rp5 ribu, sementara untuk ukuran besar dijual Rp10 ribu. (sur/pay)

 

Related Articles

Back to top button