Cikarang
Trending

Pembebasan Lahan Jalan Serang-Cibarusah Disosialisasikan

MACET PARAH: Akibat kondisi jalan sempit dan rusak, arus lalu lintas macet parah di Jalan Raya Serang-Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Selasa (3/3). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Cecep Nur memastikan, dalam waktu dekat progres pembebasan lahan Jalan Raya Serang-Cibarusah akan dilakukan.

Insyaallah bisa segera dibangun, karena target tahun ini pelebaran serta perbaikan jalan Provinsi Jawa Barat itu rampung,” ujar Cecep.

Pria yang juga merupakan Ketua Fraksi Madani ini menuturkan, pada hari Jumat (6/3) mendatang, pihaknya akan melakukan pengawalan dalam rangka pembebasan lahan yang telah dianggarkan sebesar Rp 24 miliar.

”Surat undangan sudah tersebar, termasuk saya juga diundang untuk hadir dalam sosialisasi pembebasan lahan untuk program perbaikan dan pelebaran Jalan Raya Serang-Cibarusah,” terangnya.

Menurut Cecep, progres penyelesaian Jalan Raya Serang-Cibarusah perlu dipercepat. Sebab, kondisi mobilitas masyarakat yang tinggi, membuat volume kendaraan yang melintas cukup padat. Oleh sebab itu, kata Cecep, perlu ada percepatan.

”Kebetulan daerah pemilihan (dapil) saya dari wilayah Cibarusah, Serang Baru, dan Cikarang Selatan. Maka dari itu, saya perlu ikut memperjuangkan, karena kalau tidak cepat dibenahi, maka kondisi kemacetan yang selalu dikeluhkan masyarakat, akan bertambah parah. Karena selain rusak, kondisi jalannya juga sempit,” beber Cecep.

Selain itu, lanjutnya, untuk mengurangi volume kendaraan di Jalan Raya Serang-Cibarusah, Cecep mengaku, dirinya sudah berkomunikasi serta berkoordinasi dengan PT Lippo Cikarang untuk membuka akses jalan bagi masyarakat yang bekendara di Delta Silicon 8, Desa Sukaresmi.

”Komunikasi kami dari DPRD didukung oleh PT Lippp Cikarang. Jadi, aspek ini juga dapat mengurangi kemacetan, karena jalan baru di kawasan industri ini sangat baik dan panjang. Dan dalam waktu dekat ini akan dibuka serta diresmikan,” tandas Cecep.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, kembali menganggarkan pembangunan fisik pelebaran Jalan Raya Cikarang-Cibarusah di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020 ini.

Kepala Sub Unit Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan I Provinsi Jawa Barat, A. Gunari Arifin menjelaskan, anggaran yang disiapkan untuk perbaikan jalan tersebut mencapai Rp 23 miliar.

”Anggaran tersebut dialokasikan untuk pelebaran Jalan Cikarang-Cibarusah sepanjang 2 kilometer, mulai dari Kandang Roda sampai pertigaan arah Setu. Dan pelebaran ini akan kami lakukan dari 7 meter menjadi 14 meter, termasuk pembangunan median jalan,” terangnya.

Kendati demikian, Gunari menyampaikan, pelebaran baru bisa dilakukan apabila proses pembebasan lahan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sudah selesai. Tanpa adanya upaya clear and clean lahan, maka kegiatan pelebaran jalan tak bisa dilakukan.

”Kalau pembebasan tanah sudah selesai seluruhnya, barulah kami bisa masuk untuk melakukan pengerjaan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanahan di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Daniel Firdaus manargetkan, pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Cikarang-Cibarusah, dapat rampung di awal tahun 2020 ini. Anggaran sebesar Rp 24 miliar sudah disiapkan untuk membebaskan lahan yang tersisa, yakni 36 bidang tanah.

Insyaallah 2020 ini pembebasan lahan selesai, tetapi tergantung pemilik tanah juga. Makanya saya juga minta bantuan ke camat dan kepala desa, untuk membantu mengkomunikasikan ke warga pemilik tanah. Kami kan sudah mensosialisasikan, dan kalau dari pihak kecamatan dan kepala desa tidak membantu, maka kami juga akan kesulitan,” beber Daniel.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Jejen Sayuti mengaku, dirinya yang merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Bekasi, akan berupaya memaksimalkan fungsi kontrol supaya perbaikan dan pelebaran Jalan Serang-Cibarusah bisa terselesaikan,

”Kebetulan Serang-Cibarusah ini wilayah saya, dan sering mendapat aduan dari masyarakat. Selain jalan yang rusak parah, kondisinya juga sempit. Sehingga sering terjadi kecelakaan dan kemacetan. Oleh sebab itu, saya bersama rekan-rekan siap memantau pembangunan tersebut yang direncanakan sudah rampung tahun 2020 ini,” tandas Jejen. (and) 

 

Related Articles

Back to top button