Bekasi
Trending

Puluhan Warga Mendapat Pengawasan

Pemkab         RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mencatat sempat mengawasi dan memantau kondisi kesehatan puluhan warganya. Puluhan warga tersebut sempat diprediksi suspect Covid-19, semuanya dipastikan negatif setelah menjalani pemeriksaan laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Kesehatan (Litbangkes).

Fakta tersebut dijelaskan oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi saat ditanya perihal kasus Suspect Covid-19 salah satu warga Bekasi yang menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit dr Hafidz (RSDH) Cianjur. Kabar terakhir salah satu warga yang diketahui berinisial D (50) tersebut merupakan warga Kabupaten Bekasi.

”Saya dapat laporan dari kepala Dinkes, yang diprediksi suspect ternyata negatif, ada beberapa juga sedang dalam pemantauan, mudah-mudahan semua negatif di Kota Bekasi,” jelas Rahmat saat dijumpai di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (3/3).

Diketahui data Dinas Kesehatan merinci ada tiga kasus dalam pengawasan RS, dan 18 kasus dalam pemantauan layanan kesehatan. Pemantauan dilakukan oleh sejumlah Puskesmas di Kota Bekasi.

Pihaknya mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus ini, diantaranya memberikan edaran kepada seluruh RS di Kota Bekasi. Rahmat juga meminta kepada masyarakat untuk tidak panik dan menjaga kesehatan.

Koordinasi telah dilakukan terkait dengan rencana evakuasi jika terjadi kasus ini bersama dengan Polres dan Kodim. Saat ini Dinkes Kota Bekasi dijabarkan terus menjalin komunikasi dengan sejumlah rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan kasus Covid-19. ”Sampai saat ini negatif, loh kita berdoa jangan sampai itu tugas kita sebagai umat,” ungkapnya.

Ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik, ini salah satu alasan Pemerintah Kota Bekasi tidak membagikan masker kapada masyarakat agar tidak terlampau panik, pria yang akrab disapa Pepen ini juga terlihat tidak mengenakan masker lantaran tidak ingin rakyatnya cemas.

Di tempat yang sama, Kepala Dinkes Kota Bekasi, Tanti Rohilawati menjabarkan, RS rujukan yang dipilih jika terdapat kasus di Kota Bekasi adalah RS Sulianti Saroso, dengan alasan jarak yang lebih dekat. Seluruh RS diminta untuk menerima layanan kesehatan. Pihaknya akan segera mengunjungi RS Mitra Keluarga Bekasi untuk memastikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara 18 kasus yang disebut dalam pemantauan Dinkes, pihaknya memastikan semuanya sudah menyelesaikan masa pemantauan dan dinyatakan negatif.”Sudah dinyatakan sudah selesai masa pemantauan. Jadi yang 18 orang tersebut tidak ada masalah,” terangnya.

Dari 18 kasus itu, diantaranya disebut pernah melakukan perjalanan keluar negeri, hingga melakukan kontak langsung langsung dengan kasus Suspect Covid-19. Masyarakat Kota Bekasi diminta untuk mengkonsumsi gizi yang seimbang, dan menghindari hal-hal yang tidak baik bagi kesehatan diantaranya merokok. (Sur)

Related Articles

Back to top button