BekasiBerita Utama

Warga Bekasi Negatif Corona

DIMAKAMKAN : Sejumlah warga mengangkat jenazah D untuk dimakamkan di Perumahan Villa Bekasi Indah 1 Desa Mangunjaya Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Selasa (3/3). D meninggal usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr Hafidz dan negatif terinfeksi virus Corona.ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Isak tangis keluarga D (50) pecah saat mobil jenazah Rumah Sakit dr Hafidz (RSDH) Cianjur tiba di Villa Bekasi Indah, Mangunjaya, Tambun Selatan, Selasa (3/3). Terpantau jenazah pegawai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang diduga terkena Covid-19 dibungkus dengan kantong jenazah.

Pihak keluarga menampik jika D meninggal dunia akibat virus Corona. Walaupun sebelumnya D baru pulang dari Malaysia. Hal tersebut disampaikan Kakak Ipar D, Yayat saat berada di kediaman D, kemarin.

”Korban memang baru pulang dari Malaysia. Kita nyatakan korban negatif virus Corona,” ujarnya sambil memegang surat keterangan dari RS Mitra Bekasi Timur dan Rumah Sakit dr Hafidz (RSDH) Cianjur.

Menurutnya, saat itu kondisi badan korban tidak panas dan tidak batuk, hanya sesak nafas. Saat korban dibawa ke RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, korban sempat diisolasi selama tiga hari sampai akhirnya pihak RS memperbolehkan korban pulang karena hasilnya negatif virus Corona. ”Kalau misalkan dari RS Mitra Keluarga menyatakan positif Corona kita sudah isolasi, tidak diperbolehkan pulang,” tuturnya.

Yayat mengatakan, hasil analisa dari RS Mitra Keluarga hanya kelelahan, karena pesawat yang ditumpangi korban sempat mengalami keterlambatan hingga tiga jam dari pukul 12.00 sampai pukul 15.00 sore. Pukul 03.00 malam ada di bandara, kemudian jam 05.00 pagi korban bekerja lagi.

Korban ini tidak ada riwayat penyakit apa-apa. Hanya saja, hasil konsultasi dengan dokter di jantung korban ada pembekakkan dan di paru-parunya sudah ada cairan. Setelah pulang dari RS Mitra Keluarga korban meminta dibawa ke Cianjur, karena ingin ngumpul sama keluarga, mengingat disini tidak ada keluarganya.

”Kenapa saya bawa ke Cianjur, karena dia pengen ngumpul sama keluarga, biar kalau ada apa-apa dekat, di sini enggak ada keluarganya, itu tujuannya kita ke sana. Kemudian di sana juga korban dirawat di RS tidak asal-asalan, kita di ruang VIP. Kita pengen tahu statusnya itu apa, di sana juga diperiksa kesehatannya,” paparnya.

Sesampai di Cianjur, kesehatan D menurun. Pada tanggal 1 Maret korban dibawa ke Rumah Sakit dr Hafiz (RSDH) dan menjalani perawatan. Kondisi korban pun mulai membaik. Rencananya pada 3 Maret, korban akan dirujuk ke RS Hasan Sadikin bandung. Namun, pada Selasa dini hari sekitar pukul 04.00, korban dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengaku pihaknya belum bisa memastikan apakah pasien tersebut positif virus Corona atau tidak. ”Pasien belum dipastikan apakah positif atau negatif,” sambungnya.

Lebih lanjut, Yusman juga memastikan sudah mengirimkan sampel ke Litbangkes Kementerian Kesehatan RI. ”Sampel sudah kita kirimkan, kita menunggu hasilnya,” jelasnya.

Pihaknya berjanji, akan secepatnya menyampaikan hasil tes sampel pasien kepada publik. ”Pasti kita sampaikan kalau sudah ada hasilnya,” katanya.

Dengan demikian, sambung Yusman, pasien tersebut masih dinyatakan sebagai suspect Corona.

”Namun, statusnya memang sebagai pasien dalam pengawasan (suspect virus Corona),” sambung Yusman.

Sementara itu, pihak RS Mitra Bekasi timur mengaku tidak pernah menerima pasien atas nama D dan menjalani perawata pada 22 hingga 26 Februari lalu. ”Tidak ada pasien itu, mungkin di rumah sakit lain,” singkat koordinator keamanan yang menolak untuk diketahui namanya tersebut.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengaku, sudah mengetahui mengenai informasi warga Kabupaten Bekasi yang meninggal di Cianjur. ”Hari ini Dinas Kesehatan sudah saya utus mencari tahu lebih dalam lagi terkait dengan warga kita. Karena memang kejadiannya di Cianjur bukan di Bekasi,” ujarnya saat dimintai keterangan di Polres Metro Bekasi.

Kata Eka, sampai saat ini belum ada warga Kabupaten Bekasi yang terjangkit virus Corona. Dirinya juga mengimbau, agar warga yang mengetahui ada indikasi yang terkena virus Corona agar segera menghubungi konsenter 112 dan nanti akan dijemput, kalau memang terkena virus Corona langsung dibawa ke RS Gatot Subroto, RS Suryanto Suroso, dan RS lainnya di Jakarta.

”Harapan saya masyarakat harus tenang. Jangan cemas, jangan panik, apabila diperlukan Kabupaten Bekasi siaga satu terhadap ini (virus Corona),” tuturnya.

Pria yang juga Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi ini menegaskan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap anggota keluarga yang meninggal. ”Termasuk keluarganya nanti akan kita lakukan pemeriksaan melalui Dinas Kesehatan,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan yang juga Juru Bicara terkait virus Corona, Achmad Yurianto menegaskan, pasien suspect virus Corona atau Covid-19 yang meninggal dunia di Cianjur, Selasa (2/3) subuh tadi, dinyatakan negatif virus Corona. ”Meninggalnya bukan karena Covid-19,” kata Achmad.

Achmad Yurianto menuturkan, suspect Corona di Cianjur adalah salah satu dari 155 spesimen yang diambil sampelnya oleh pemerintah dari 44 rumah sakit di 23 provinsi. Dari jumlah tersebut, dua diantaranya, yang diketahui warga Depok positif virus Corona. Saat ini, keduanya menjalani perawatan di RSPI Sulianto Saroso.

Terpisah, Telkom Arif Prabowo mengaku, bahwa ada karyawan perusahaan yang meninggal diduga VP Corporate Communication akibat terpapar virus tersebut. ”Bahwa benar ada seorang karyawan kami yang meninggal pagi ini (3/3) di Rumah Sakit dr Hafiz (RSDH) Cianjur,” terangnya dalam siaran pers, Selasa (3/3).

Berdasarkan riwayat medis yang tercatat di perusahaan, 10 tahun terakhir, yakni sejak tahun 2010, yang bersangkutan memiliki keluhan dan sering mengalami radang saluran nafas dan batuk pilek. ”Adapun penyebab meninggalnya terkait dengan dugaan akibat infeksi Covid-19, saat ini kami sedang berkoordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium,” kata dia.

Sejak adanya wabah ini, dirinya mengaku bahwa secara aktif pihaknya telah melakukan langkah-langkah preventif agar virus tidak menyebar. Pencegahan yang di maksudkan adalah menyampaikan imbauan kepada seluruh karyawan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri. Kemudian mensosialisasikan pengenalan dan pencegahan gejala penyakit virus tersebut.

”Perusahaan akan lebih mengintensifkan upaya-upaya preventif yang telah dilakukan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat termasuk menurunkan tenaga medis dari Yayasan Kesehatan Telkom di setiap lokasi kerja karyawan untuk melakukan pemeriksaan awal guna pencegahan secara lebih dini,” tutur dia. (pra/sur/jpc)

Related Articles

Back to top button