Cikarang
Trending

Bapenda sudah Pasang 164 Tapping Box

ALAT PEREKAM: Seorang petugas Wajib Pajak (WP) sedang mengaktifkan alat perekam untuk pendataan Pajak Asli Daerah (PAD). IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi, sudah memasang 164 alat perekam atau meng-capture transaksi pada komputer dan printer (tapping box) di tempat-tempat usaha para Wajib Pajak (WP). Pemasangan tersebut merupakan progres yang semula ditargetkan sebanyak 185 alat.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pembukuan Bapenda, Akam Muharam menjelaskan, bahwa sampai tanggal 7 Februari 2020, tercatat sudah ada 164 alat yang terpasang di sejumlah tempat usaha WP.

”Dari target 185 alat Tapping Box, hingga kini baru terpasang 164, dan sisanya sekitar 21 alat lagi belum terpasang. Belum dipasangnya alat itu lantaran ada kendala di WP-nya. Seperti ada yang punya sistem dan ada juga yang belum,” terang Akam.

Sebagaimana diketahui, tapping box dipasang di tempat usaha beberapa WP, diantaranya seperti restoran dan hotel serta parkir. Sedangkan alat Portable Data Terminal (PDT) dipasang kepada WP restoran yang belum memiliki sistem, dan alatnya juga disediakan.

Karena tergolong alat baru, tapping box ini mempunyai banyak kelemahan terlalu sensitif sehingga mudah untuk disconnect dengan jaringan.

”Untuk hotel, akan dipasang di 13 hotel yang belum mempunyai sistem, mulai dari monitor-nya dipersiapkan. Namun untuk alat-nya juga beda,” ujar Akam.

Lanjut Akam, untuk hotel yang sudah terpasang tapping box WP sebanyak 48 hotel, restoran 31, tempat hiburan 14, parkir 72. Sehingga total keseluruhan 164 alat yang telah terpasang.

Pemasangan alat perekam transaksi ini akan mewujudkan transparansi dalam pemungutan pajak, pengusaha dan pemerintah bisa sama-sama mengetahui, dan nantinya seluruh obyek pajak hotel, restoran dan hiburan akan di pasang alat perekam.

”Jadi, target tahap pertama pemasangan dari total 185 tapping box di tempat usaha para WP, sudah terpasang sekitar 164. Ada berbagai macam kendala di lapangan, diantaranya WP yang belum bersedia dipasang dengan berbagai macam alasan, seperti manajemen baru berubah, maka otomatis untuk sistem pun turut berubah. Belum lagi informasi yang didapat dari WP harus memberi pelatihan terlebih dahulu kepada pegawainya, lalu ada juga WP yang sudah tutup tempat usahanya,” tandas Akam. (and/adv)

Related Articles

Back to top button