Bekasi
Trending

Pengawasan TKA Diperketat

ARIESANT/RADAR BEKASI
TKA: Sejumlah TKA saat bekerja di proyek pembangunan Meikarta. Pemerintah Kabupaten Bekasi membentuk tim untuk mengawasi kesehatan TKA di Bekasi.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi memperketat pengawasan terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA). Salah satunya membentuk tim khusus untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

”Kami dari dinas tenaga kerja mempunyai fungsi untuk membuka kunci kepada perusahaan perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi Suhup.

Suhup menjelaskan, sejauh ini pihaknya bersama dengan dinas kesehatan sudah melakukan tes kesehatan TKA yang ada di Kabupaten Bekasi. Namun ia belum bisa memberikan informasi berapa jumlah secara detail perusahaan. ”Sejauh ini sudah ada tujuh perusahaan, tapi saya juga kurang hafal apa saja perusahaanya. Salah satunya perusahaan semen, serta otomotif dan kontruksi,” jelasnya.

Menurut pendataannya yang secara resmi melalui data Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA). Kata Suhup terdapat 2016 TKA yang bekerja diperusahaan di Kabupaten Bekasi.

”Kita merencanakan akan memeriksa seluruh TKA yang ada, dan kami juga berharap kepada perusahaan untuk terbuka demi kepentingan masyarakat umum. Dan untuk masyarakat juga tetap tenang serta beraktifitas saja seperti biasa yang diimbangi menjaga kebersihan,” imbau Suhup.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Rusdi Haryadi, meminta Pemkab Bekasi tanggap dan responsif kaitan isu virus Corona yang saat ini mulai masuk ke Indonesia.

”Tadi siang saya bicara dengan Dinkes, penetapan status siaga 1 sudah ditetapkan gubernur Jawa Barat. Saya minta Dinkes mengambil langkah cepat tentang antisipasi dini,” jelasnya.

Menurut dia, meski isu yang belakangan sempat marak yang menyebut WNA China yang bekerja Meikarta yang meninggal akibat Virus Corona dan diklarifikasi bahwa itu bukan karena virus tersebut.

 ”Betul memang WNA China di Meikarta murni kecelakaan kerja, adanya berita ada warga di Depok sudah positif. Hal ini perlu menjadi perhatian baru bagi kita soal standar prosedur peringatan dan pencegahan dini,” kata Rusdi.

Kepala Dinas Kesehatan, Sri Eni mengatakan, secara medis untuk sementara ini pihaknya belum menemui ada warga yang terkena khususnya di Kabupaten Bekasi. Namun ia mengimbau masyarakat tidak panik dan membiasakan budaya hidup bersih demi kedaya tahanan tubuh serta terhindar virus Corona.

”Kami terus melakukan sosialisasi serta melakukan pengecekan kesehatan khususnya bagi TKA yang bekerja di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Non-TPI II Bekasi, Petrus Teguh Aprianto menyebut bahwa kebijakan di kantor Imigrasi secara langsung meruntut pada kebijakan pemerintah pusat. Diantaranya, menutup kedatangan Warga Negara Asing (WNA) asal China, penerbangan dari negeri Tirai Bambu ini telah ditutup oleh pemerintah.

Tidak banyak kebijakan yang bisa diambil oleh Kantor Imigrasi Bekasi, intensitas dipusatkan pada pintu-pintu masuk seperti di kantor Imigrasi Bandara dan Pelabuhan. ”Iya (otomatis mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat), karena ditakutkan itu masuk dari sana ke negara kita kan, itu adanya di pintu-pintu masuk kaya bandara, pelabuhan, kalau Bekasi kan nggak ada,” terangnya.

Sementara untuk perjalanan WNI ke luar negeri, selama tidak bertentangan dengan kebijakan di negara tujuan tidak masalah. Perjalanan ke luar negeri masih diperbolehkan jika negara tujuan tidak menutup pintu masuknya. Ditegaskan bahwa Imigrasi tidak bisa membatasi WNI untuk bepergian kemanapun selama memiliki paspor dan visa.

Data yang ia miliki, jumlah WNA asal China di Bekasi tercatat sekira 700 orang. Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang dikhawatirkan banyak orang, Imigrasi hanya mengurusi perihal perizinan, sementara terkait dengan kesehatan WNA merupakan kewenangan Dinas Kesehatan.

”imigrasi masalah ijin tinggalnya. Mereka yang ada sekarang ini, sudah ada di Indonesia sejak sebelum wabah Corona,” ungkapnya. (and/sur)

Related Articles

Back to top button