Cikarang
Trending

Ribuan Hektare Pertanian Terdampak Banjir

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak empat ribu lahan pertanian di Kabupaten Bekasi terdampak banjir akibat duguyur hujan selama bulan Januari-Februari 2020.

Hal ini mengakibatkan kerugian bagi para petani. Sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab), meminta para petani untuk mengasuransikan lahan pertanian (sawah) mereka agar bisa mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Nayu Kulsum mengatakan, jumlah petani yang mengalami kerugian akibat banjir masih bisa bertambah. Sebab, sawah yang terendam banjir di bulan Maret ini ada yang belum dilaporkan datanya. Terutama di wilayah Cabangbungin, Sukawangi, dan Muaragembong.

”Sampai akhir Februari 2020, ada empat ribu lahan pertanian yang terendam. Sementara untuk bulan Maret, ada beberapa data yang belum masuk dari beberapa wilayah,” ujar Nayu.

Menurutnya, untuk memberikan bantuan kepada petani yang sawahnya terendam banjir, pihaknya masih menunggu data berapa banyak yang terdampak. Nayu menjelaskan, adapun bantuan benih dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) hanya diperuntukkan untuk sekitar 1.150 hektare sawah. Itupun sudah dialokasikan ke petani yang terkena banjir diawal tahun 2020, dan hanya tersisa sekitar 400 hektare.

”Kalau dari APBD, bantuan untuk petani yang sawahnya kena banjir hanya berupa benih buat 1.150 hektare. Tapi sisanya sekitar 400 hektare lagi. Kemungkinan besar itu akan kurang, dan kami akan mencoba ajukan ke pusat (Kementerian) untuk meminta bantuan benih,” bebernya.

Nayu juga menyarankan agar para petani mengasuransikan lahan pertanian mereka. Sebab, dalam asuransi tersebut ada subsidi dari Pemerintah Pusat. Dan para petani hanya membayar Rp 36 ribu per hektare setiap musim panen.

Lanjut Nayu, setiap ada bencana, satu hektare diberikan maksimal Rp 6 juta. Dia berharap, dengan asuransi ini bisa membantu para petani apabila ada bencana banjir maupun kekeringan. Nanti petugas lapangan memasukkan ke sistem online dan diberikan Surat Keterangan (SK), bahwa satu musim itu tanah petani tersebut diasuransikan. (pra)

 

Related Articles

Back to top button