Cikarang
Trending

Pemantik ”Seruduk” Kejari

Pemborong SMPN 3 Tak Kunjung Diperiksa

DIJAGA POLISI: Puluhan pemuda yang tergabung dalam Pergerakan Masyarakat Antikorupsi (Pemantik), melakukan aksi unjuk rasa terkait pengungkapan dugaan korupsi pembangunan SMPN 3 Karang Bahagia. Aksi tersebut mendapat penjagaan ketat oleh aparat kepolisian di depan Kantor Kejari Kabupeten Bekasi, Kamis (5/3). ANDI/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Pergerakan Masyarakat Antikorupsi (Pemantik) melakukan aksi unjuk rasa, dan menuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi untuk segera mengungkap dugaan korupsi pembangunan SMPN 3 Karang Bahagia .

Para pemuda tersebut juga memberikan video asli yang diminta oleh pihak Kejari sebagai alat bukti pendukung bahwa pembangunan sekolah tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 sebesar Rp 13,2 miliar.

Koordinator lapangan, Abdul Muhaimin mendesak Kejari agar cepat menindak dan menaikkan status pemilik perusahaaan (pemborong) atau oknum yang terlibat dalam pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 3 Karang Bahagia.

”Kami menduga kasus ini sudah mulai bias, dikarenakan banyak intervensi dari oknum-oknum yang melindungi kontraktor atau dinas terkait. Intervensi terhadap kami sudah cukup kencang, dari berbagai oknum untuk tidak melanjutkan laporan kami ke Kejari Kabupaten Bekasi,” ujar pria yang akrab disapa Awe ini, Kamis (5/3).

Oleh sebab itu, kata dia, atas dasar keresahan dan harapan yang sama, pihaknya mendorong agar kasus tersebut cepat terungkap secara transparan. Sehingga hal ini menjadi efek jera untuk menghindari perbuatan yang sama pada pembangunan ke depannya.

Awe juga berharap, dalam kasus ini jangan hanya Kejari saja yang bertindak. Namun Bupati Bekasi juga dapat cepat tanggap prihal adanya laporan dari mahasiswa adanya pembangunan sarana pendidikan yang tidak sesuai dengan spek.

Dia juga menduga, ada permainan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam proyek USB SMPN 3 Karang Bahagia ini.

”Bupati harus tegas dalam mengevaluasi oknum-oknum ASN yang terlibat dalam proyek pembangunan, baik itu infrstruktur, khususnya sarana pendidikan. Jadi kami meminta kepada bupati agar turun tangan untuk memberikan sanksi kepada oknum-oknum ASN yang bermain dengan pihak kontraktor,” tukas Awe

Sementara itu, Kasie Intel Kejari Kabupaten Bekasi, Lawberty Suseno meminta agar para mahasiswa maupun pemuda bersabar. Karena pihaknya masih mengumpulkan barang bukti terkait kasus tersebut.

”Kami dari Tim Intelejen Kejaksaan Kabupaten Bekasi, masih menunggu Surat Perintah Tugas (Sprintug) guna melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait dugaan korupsi pembangunan SMPN 3 Karang Bahagia yang dilakukan oleh pihak swasta. Maka dari itu, izinkan kami bekerja,” ucap Lawberty.

Sebelumnya diberitakan, anggota Aliansi Kampus Bekasi (Aksi), Zainudin, akan melakukan aksi damai untuk memberi dukungan moral kepada Kejari Kabupaten Bekasi dalam mengungkap lebih cepat dugaan korupsi pembangunan SMPN 3 Karang Bahagia.

”Kami akan terus menyuarakan kegelisahan masyarakat. Khususnya pada sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Bekasi. Oleh sebab itu, kami akan melakukan aksi pada Kamis (5/3) mendatang di depan Kantor Kejari Kabupaten Bekasi,” tegas pria yang akrab disapa Zay ini.

Bahkan, pergerakan Aksi yang melaporkan dugaan korupsi sarana dan prasana pendidikan di Kabupaten Bekasi, mendapat dukungan moral melalui video singkat di media sosial (medsos) dari para mahasiswa berbagai daerah.

Aksi yang melakukan investigasi pembangunan SMPN 3 Karang Bahagia itu di-upload ke YouTube, dan video tersebut sempat viral. Karena Unit Sekolah Baru (USB) yang dibaru digunakan tujuh bulan itu menggunakan APBD 2018 sebesar Rp 13,2 miliar.

Adapun berbagai mahasiswa yang mendukung, diantaranya, Perkumpulan Ikatan Pelajar Mahasiswa Bekasi (Imapasi) dari Provinsi Banten, Arjo. Kata dia, pihaknya mendukung kritisi para mahasiswa Bekasi yang mengkritisi fasilitas pendidikan di Kabupaten Bekasi.

Dalam video yang dibuatnya, berkumpul sejumlah mahasiswa yang memberi dukungan. ”Teruskan perjuangmu para kawan kawan mahasiswa Bekasi, dan kami harap, penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi bisa bekerja cepat dan tidak main mata dengan pemborong yang sudah melakukan kesalahan dalam pembangunan sarana pendidikan untuk kemajuan sebuah bangsa,” kata Arjo saat dihubungi, Jumat (28/2).

Mahasiswa lain yang juga turut memberi dukungan moral, adalah dari Institut Sains Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta, Fakultas Hukum Kabupaten Sampang, Madura, Universitas PGRI Semarang Jawa Tengah, Universitas Binadarma Palembang, Universitas Lampung (Unila), dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Abdu Ro’uf.

Dukungan juga datang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden fatah Palembang, Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (BEM PTAI) Sumsel, Serikat Petani Indonesia (SPI) Sukabumi.

Anggota Aksi lain, Fakhri Pangestu menyampaikan, hingga saat ini pihaknya masih melihat bahwa Kejari Kabupaten Bekasi masih berkutat di Pulbaket.

”Dengan adanya dukungan ini, kami harapkan menjadi efek jera bagi oknum pejabat dan pelaku usaha yang mencari keuntungan pribadi maupun kelompok, karena sudah merugikan keuangan negara,” beber Fakhri.

Pihaknya juga mendesak, Kejari Kabupaten Bekasi bisa segera menetapkan tersangka dalam kasus pembangunan SMPN 3 Karang Bahagia yang tidak sesuai spek dari Pemkab Bekasi. (and) 

Related Articles

Back to top button