Cikarang
Trending

Uji Coba Tilang Elektronik Diundur

PANTAU PELANGGARAN: Salah seorang petugas Polres Metro Bekasi, memantau arus lalu lintas melalui monitor untuk pemberlakukan tilang eletronik di Kabupaten Bekasi. PRA/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dalam sistem tilang elektronik yang uji cobanya ditunda, Polres Metro Bekasi berencana mencantumkan beberapa item tambahan, diantaranya, bermain handphone, berkendara dengan kecepatan tinggi, tidak mengenakan helm, melawan arus, berboncengan lebih dari satu orang, pelat nomor palsu, dan mobil bodong.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan menyampaikan, uji coba tilang elektronik ini akan dilakukan pada Sabtu (7/3) sampai Selasa (10/3) di Sentral Grosir Cikarang (SGC).

”Disetiap titik ada tiga kamera dari berbagai arah yang akan merekam semua pengendara yang melintas di area tersebut. Nantinya, sepeda motor pun akan dikenakan tilang elektronik jika tidak menggunakan helm, termasuk beberapa pelanggaran lainnya,” tegas Hendra, Kamis (5/3).

Ia menjelaskan, pihaknya akan berintegrasi dengan pusat data kendaraan. Sehingga ketika ada yang terdaftar atau tidak sesuai jenis kendaraan, maka akan langsung ada sinyal, sehingga bisa langsung dilakukan penangkapan atau pengecekan kendaraan tersebut.

”Melalui tilang elektronik ini, kami akan berintegrasi dengan pusat data kendaraan. Sehingga, ketika di-capture nomor pelat kendaraan yang dicurigai palsu atau tidak terdaftar maupun tak sesuai jenis kendaraan, maka akan langsung muncul sinyal,” bebernya.

Lanjut Hendra, bagi pengendara yang melakukan pelanggaran, akan diberitahukan melalui surat tilang diantar langsung ke rumah orang tersebut, dan diberi waktu selama dua minggu untuk mengkonfirmasi atau menebus. Misalkan tidak ditebus maupun dikonfirmasi, maka pajak kendaraan dan Surat Izin Mengemudi (SIM) pengendara itu akan terblokir.

”Kami beri waktu sekitar dua minggu untuk melakukan konfirmasi. Apabila kendaraan tersebut bukan milik dia lagi, maka harus ada konfirmasi. Ketika dilakukan konfirmasi, maka akan kami lakukan penelitian dan apabila sudah lewat waktunya, ketika dia bayar pajak atau memperpanjang SIM sudah terblokir. Surat yang kami kirim berupa teguran,” ucap Hendra.

Ia menambahkan, setelah dilakukan uji coba tilang elktronik ini, nanti akan ada sosialisasi selama satu bulan dengan membuat plang kalau di tempat tersebut terpasang kamera CCTV tilang elektronik.

”Untuk sosialisasinya ada waktu satu bulan. Kamai akan buat plang pemberitahuan jika di wilayah tersebut sudah terpasang kamera CCTV untuk tilang elektronik,” pungkas Hendra.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Metro Bekasi, AKBP Rachmat Sumekar menuturkan, rencana uji coba tilang elektronik yang sebelumnya dijadwalkan pada tanggal 10 Maret, diundur menjadi Sabtu (7/3) mendatang. Hal tersebut mengingat kesiapaan alat yang belum 100 persen.

”Memang uji coba diundur. Namun sejauh ini, kamera CCTV untuk tilang elektronik sudah dipasang di lampu merah SGC. Tapi buat aplikasinya masih dalam proses, dan baru 95 persen,” tutup Rachmat. (pra)

Related Articles

Back to top button