Metropolis

Empon-Empon Perkuat Imunitas

MELONJAK: Harga rempah-rempah melonjak drastis setelah beredarnya informasi dapat menyembuhkan dan mencegah serangan virus Corona. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ramuan rempah-rempah atau yang disebut empon-empon bukan dimanfaatkan untuk menyembuhkan serangan virus atau penyakit, melainkan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, imunitas terhadap virus atau bakteri.

Rempah-rempah mendadak dicari oleh masyarakat Indonesia setelah berkembang informasi berkhasiat melindungi diri dari virus Corona.

Richard S.N.Siahaan, Dokter yang mempelajari herbal di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI) menyebut bahwa empon-empon ini berkhasiat untuk menjaga kekebalan tubuh. Bahkan dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin setiap hari.

”Jadi dia merangsang Imunitas saja, merangsang untuk tubuh itu sendiri terhadap serangan dari luar seperti bakteri, virus dan sebagainya,” jelasnya.

Terhadap beberapa rempah-rempah sempat diburu oleh masyarakat seperti Jahe, Temulawak, hingga Kunyit, dan Serai, dijelaskan bahwa ketiganya mengandung Curcumin yang cocok untuk melindungi tubuh dari virus Corona. Curcumin ini bekerja dalam tubuh untuk memperbanyak sel Makrofag.

 Makrofag yang terdapat di lendir saluran pernafasan, sel ini akan bekerja memakan benda-benda asing yang ada didalam tubuh, terutama didalam darah.

Curcumin akan membantu tubuh untuk tidak mudah terserang virus tersebut, meskipun tidak bisa dilepaskan dari pengaruh yang berada dari luar tubuh seperti pengaruh cuaca, suhu, dan orang lain yang sudah terinfeksi.

”Sebenarnya jangan pas sakit minumnya, kalau pas sakit kan jatuhnya obat, nggak mungkin kalau orang pas sakit Corona di rumah sakit dikasih jamu, pasti obat,” ungkapnya.

Dari beberapa rempah-rempah yang sudah disebutkan, curcumin banyak dikandung oleh kunyit dan temulawak. Sedangkan, di dalam jahe dan serai atau sering disebut sereh juga ada, dengan kadar lebih sedikit. Maka tidak heran, harga temulawak beberapa waktu lalu meningkat drastis dari Rp15 ribu per kg menjadi Rp50 ribu per kg.

Hal yang lebih penting diketahui oleh masyarakat adalah komposisi campuran yang baik untuk di sajikan atau di konsumsi, tidak hanya asal beli, lalu diracik dan dikonsumsi.

”Ini versi resep untuk bahan basah untuk dikomsumsi di rumah. Satu buah serai, satu jempol jahe, satu sendok teh ketumbar yang telah digeprek ringan, dua jempol temulawak, satu jempol kunyit, satu batang kayu manis juga bagus, dan sedikit asam jawa dan lada hitam,” tambah dokter yang diketahui bekerja di klinik Djamoe Martha Tilaar tersebut.

Bahan-bahan tersebut lebih bagus jika dimasak dalam wadah keramik, gerabah, atau kaca. Merebus bahan-bahan tersebut dengan air 300 CC hinga mendidih dan menyisakan air 200 CC untuk satu kali konsumsi.

Selain itu, rempah-rempah juga baik untuk direbus dalam keadaan setelah dikeringkan, zat yang larut didalam air menjadi lebih banyak, dibandingkan dengan bahan basah.

Bahan-bahan herbal disebut relatif lebih aman dibandingkan dengan obat konvensional, lantaran dosis herbal dalam beberapa pengujian perbedaannya cukup lebar hingga mencapai dosis toksis.

Diwaktu yang berbeda, Dokter ahli patologi klinis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, dr. Abas Suherli senada menyebut empon-empon ini baik untuk dikonsumsi sebagai peningkat daya tahan tubuh, namun bukan berarti membunuh virus.

”Bukan untuk membunuh kuman yang menyebar, tapi untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” terangnya.

Sementara, berkenaan dengan beredarnya informasi pemanfaatan tisu basah sebagai alternatif masker, disebut tidak baik. Tisu basah mengandung antiseptik, sementara jika digunakan untuk menutup lubang pernafasan maka otomatis akan terhirup, sehingga tidak disarankan.

”Efek antiseptik kan kalau terhirup oleh paru-paru kita kan jadi iritasi,” tambahnya. (sur)

 

Related Articles

Back to top button