Cikarang

Jalan Amblas di Kalimalang Diperbaiki

TURUNKAN MATERIAL: Seorang pekerja menurunkan material bangunan dari mobil bak terbuka untuk perbaikan Jalan Inspeksi Kalimalang yang amblas karena intensitas hujan tinggi, Jumat (6/3). ANDI/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai melakukan perbaikan Jalan Inspeksi Kalimalang yang amblas dan longsor karena intensitas hujan yang tinggi.

”Jalan tersebut sudah mulai kami perbaiki. Sebab Jalan Inspeksi Kalimalang ini merupakan jalan utama bagi masyarakat, termasuk dari Jakarta maupun Kota Bekasi menuju kawasan industri Kabupaten Bekasi,” kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Iman Nugraha, Jumat (6/3).

Ia menjelaskan, akibat hujan deras beberapa pekan lalu, juga menyebabkan dua titik jalan longsor. Namun, sesuai informasi yang dihimpun, tidak ada korban dampak dari longsornya dua jalan tersebut.

Alhamdulillah tidak ada korban. Dan untuk mengantisipasi pengendara jatuh di jalan tersebut, (korban,Red), kami bergerak cepat untuk memperbaikinya,” terang Iman.

Adapun jalan yang dilakukan perbaikan, diantaranya Jalan Tegal Danas, dan Jarakosta. Kata Iman, untuk anggaran yang digunakan melakukan perbaikan jalan itu, diambil dari biaya pemeliharaan.

”Saat ini, kami belum bisa untuk melakukan kegiatan pelaksanaan pembangunan. Karena anggarannya masih proses. Jadi untuk perbaikan jalan, sementara kami menggunakan anggaran pemeliharaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Husni Tamrin menjelaskan, adanya upaya perbaikan jalan amblas dan longsor tersebut, patut diapresiasi. Namun, ia meminta, kontraktor atau pemborong yang melakukan perbaikan jalan itu perlu diperhatikan kualitas kerjanya.

Ditambahkan Husni, apabila kualitas perbaikan tidak diperhatikan, nantinya bisa berdampak pada pemborosan anggaran.

”Saya harap, perbaikan jalan rusak juga harus diperhatikan kualitasnya, maulai dari bahan material hingga cara pengerjaannya. Sebab, Jalan Inspeksi Kalimalang ini kan merupakan jalan utama, dan banyak dilalui kendaraan bertonase besar, seperti truk gandeng maupun kontainer,” terang Husni.

Sebelumnya diberitakan, kondisi Jalan Inspeksi Kalimalang yang terbelah mencapai sekitar 10-20 meter, sehingga mengganggu arus lalu lintas dan pengendara yang hendak melintas.

Setidaknya ada dua titik di sepanjang Jalan Inspeksi Kalimalang yang amblas, yaitu Desa Pasir Tanjung, Cikarang Timur dan Desa Cikedokan, Cikarang Barat. Kemudian beton juga menjadi retak. Sehingga jalur Kalimalang yang tadinya dua menjadi satu jalur saja yang dapat digunakan.

”Saya berharap jalan yang amblas ini bisa segera diperbaiki. Kan bisa dilihat dampaknya jadi macet parah. Belum lagi banyaknya kendaraan seperti truk dan kontainer yang melintas, semakin memperparah kemacetan. Sebab, pada lokasi longsor kendaraan harus bergantian untuk melintas,” ucap Raisya (32) yang merupakan pekerja salah satu pabrik di Desa Cikedokan.

Menurut wanita berhijab ini, apabila tidak segera diperbaiki, ia memprediksi, kemungkinan besar kerusakan akan semakin parah dan berpotensi memutus Jalan Inspeksi Kalimalang sebagai jalan utama.

Lanjut Raisya, di jalan yang longsor tersebut juga kurang penerangan, sehingga berpotensi terjadi kecelakaan, khususnya kendaraan roda dua ketika malam hari.

”Sebagai masyarakat, saya hanya berharap agar diperbaiki secepatnya, karena volume kendaraan yang melintas di jalan tersebut sangat banyak dan ramai. Apalagi pada malam hari, sangat berbahaya ketika kendaraan melintasi jalan longsor itu jika dengan kecepatan tinggi,” bebernya. (and) 

 

Related Articles

Back to top button