BekasiMetropolis

Tiga Mesin ADM Setengah Miliar

Disdukcapil Andalkan Bantuan Provinsi

ILUSTRASI: Warga membuat KTP Eletronik di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Bekasi, beberapa waktu lalu. Dukcapil usulkan pembelian tiga mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) senilai Rp 540 juta. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi mengusulkan tiga mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) pada pertengahan tahun.

Pengadaan tiga mesin ini diperkirakan hingga setengah miliar lebih. Dengan adanya mesin ini di kecamatan warga bisa mencetak langsung KTP-el dan layanan kependudukan lainnya.

Ditaksir uang yang dibutuhkan untuk tiga mesin ADM pertama ini mencapai Rp540 juta. Harga per satu mesin ADM ini sebesar Rp180 juta. Saat ini baru ada tiga penyedia mesin ADM.

“Kita sudah siapkan (pengajuan) tiga unit anjungan dukcapil mandiri untuk nanti kita tempatkan pertama di kantor wali kota kedua di kantor Disduk ketiga di MPP BTC,” terang Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Taufiq Rahmat Hidayat ketika ditemui Radar Bekasi belum lama ini.

Pada tahun 2021, mesin ADM sudah tersedia di setiap kecamatan di Kota Bekasi, pengadaan sudah diajukan melalui Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat.

Terkait dengan hutang KTP elektronik tahun lalu, ia mengaku sebanyak 96 ribu KTP El sudah semua tercetak. Di awal tahun, Kota Bekasi telah menerima blangko sebanyak 106 ribu dari Dirjen Dukcapil. ”Pelayanan KTP-el saat ini sudah berjalan normal, tidak perlu lagi ada penerbitan suket untuk menunggu blangko KTP-el tercetak,” jelasnya.

Distribusi terakhir, masing-masing kecamatan diberikan 750 blangko, sementara itu di Mall Pelayanan Publik (MPP) sebanyak 1.000 blangko.

”Nah sekarang pelayanan sudah stabil, sudah normal seluruh titik layanan sudah ada tersedia blangko dan tidak perlu lagi ada pencetakan suket,” lanjutnya.

Sistem pendistribusian KTP-el dilakukan secara langsung ke alamat warga yang bersangkutan, untuk menghindari hilangnya KTP-el jika dititipkan kepada pengurus RT/RW setempat, blangko dikembalikan ke kantor kecamatan masing-masing.

Dalam rentang waktu satu bulan jika tidak ditemukan warga sesuai yang tertera dalam blangko yang tercetak, akan diumumkan secara resmi melalui website Disdukcapil. Kendala pendistribusian sebelumnya, diakui KTP-el hilang atau tidak sampai ditangan warga lantaran dititipkan, hal itu dihindari pada pendistribusian KTP-el tahun ini.

Pencetakan bukti data kependudukan sementara atau suket sudah dihentikan sejak tanggal 17 Februari lalu, lantaran persediaan blangko saat ini normal. (sur)

 

Related Articles

Back to top button