BekasiBerita Utama
Trending

Belasan WNA Bekasi Dipantau

Pasien Positif Corona Terus Bertambah

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Belasan Warga Negara Asing (WNA) yang ada di Kabupaten Bekasi mendapatkan pemantauan dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi (Pikokabsi). WNA tersebut dipantau setelah melakukan perjalanan ke luar negeri dari berbagai negara seperti Jepang, Korea, Malaysia, Vietnam, dan beberapa negara lainnya.

Juru bicara Pikokabsi, Alamsyah mengatakan, pemantauan sudah dilakukan dari awal Januari 2020. Kemudian untuk sekarang ada 13 Warga Negara Asing (WNA) dalam pemantauan selama 14 hari. Walaupun sebenarnya kata Alamsyah, kondisi WNA tersebut sehat. Hanya saja dia tidak bisa pastikan WNA tersebut pekerja semua apa tidak.

”Pemantauan ini dilakukan mengetahui kondisi kesehatannya setelah perjalanan luar negeri. Pemantauan pun tidak rumah sakit tapi di rumahnya masing-masing. Tetap kita pantau karena prosedurnya seperti itu,” ujarnya saat dihubungi Radar Bekasi, Senin (9/3).

Kata dia, sampai saat ini dari 13 WNA yang dilakukan pemantauan, tiga orang diantaranya sudah selesai 14 hari. Artinya sudah tidak dilakukan pemantauan lagi. Pria yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi ini membeberkan, WNA tersebut dipantau setelah berpergian dari berbagai negara.

Namun, dia mengaku tidak menjelaskan ke 13 WNA tersebut dari perusahaan mana saja dan identitas nya. ”Kami tidak bisa memberikan. Catatan yang kami dapat mereka baru dari luar negeri. Ada beberapa negara seperti Jepang, Korea, Malaysia, Vietnam, dan beberapa negara juga. Tiga orang diantaranya telah dinyatakan sehat. Sedangkan sisanya masih terus dipantau. Tapi mereka orang sehat. Untuk itu masyarakat diminta tidak panik,” tuturnya.

Alamsyah menuturkan, yang bersangkutan melaporkan ke sarana pelayanan kesehatan yang kemudian dilakukan pemantauan. Pemantauan dilakukan setiap hari. ”Jadi kunjungan petugas ke yang bersangkutan (WNA) setiap hari. Awalnya WNA ini melaporkan ke sarana pelayanan kesehatan kemudian kami pantau,” ungkapnya.

Dia mengaku, sudah memberikan surat edaran ke semua OPD, muspida, rumah sakit, puskesmas, camat, lurah, hotel, dan sekolah. Surat edaran tersebut kata Alamsyah, ditandatangani langsung oleh Bupati Bekasi, yang isinya hampir sama dengan imbauan Kementerian Kesehatan. ”Jadi kalau di kita dalam bentuk surat edaran yang ditandatangani oleh bupati. Kita berikan surat edaran tersebut pada Jumat kemarin,” tuturnya.

Seperti diketahui, Pikokabsi merupakan tim yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk melayani aduan masyarakat dan memberikan informasi faktual dan aktual terkait penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni kembali melanjutkan pemeriksaan kesehatan kepada sejumlah perusahaan untuk memantau keberadaan tenaga kerja asing. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan sekaligus pencegahan kasus infeksi Corona atau Covid-19.

Sementara itu, Jumlah pasien virus Corona jenis baru atau COVID-19 di Indonesia naik drastis dalam kurun waktu sehari. Hingga Senin (9/3), ada 13 pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Sehingga, total pasien yang positif virus Corona di Indonesia jadi 19 orang.

”Sehingga hari ini kasus yang terkonfirmasi positif 19 orang. Ini yang kami rilis kasus 1 sampai 6 kemarin, hari ini saya sampaikan kasus 7 sampai 19,” kata Juru Bicara COVID-19 Untuk Pemerintah Achmad Yurianto, Senin (9/3).

Yurianto menegaskan masyarakat diminta untuk tenang, karena penyakit ini tidak seperti di Wuhan, Tiongkok. Tidak ada pasien yang menggunakan oksigen dan infus.

”Gejala klinis yang kami dapatkan pada mereka yang tanpa penyuakit kronis mendahului, tidak demam, tidak batuk, artinya secara keseluruhan tampak sebagai pasien ringan, tidak sakit berat,” paparnya.

Namun, ada beberapa pasien yang dipasang infus dan oksigen karena memang ada penyakit kronis yang mendahului. Berdasarkan hasil lab siang tadi, kata dia, pemeriksaan dilakukan beberapa hari lalu yang menggunakan PCR, kemudian dikonfirmasi dengan Genome Squeezing.

”Maka hari ini ada beberapa lagi kasus positif yang kami dapatkan,” katanya.

Sementara itu, pasien 1 (31 tahun) dan pasien 2 (64 tahun) masih dinyatakan positif virus Corona meski sudah dirawat selama 7 hari. Virus tersebut masih belum hilang dari tubuh pasien meski sudah dirawat selama sepekan.(pra/jpc)

Related Articles

Back to top button