Politik

Jangan Merasa Puas

Siti Aisyah

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Beberapa aspek kehidupan di Kota Bekasi sudah memperlihatkan peningkatan yang cukup baik, mulai dari aspek ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan pendidikan. Namun, Anak Mantan Wali Kota Bekasi ke tiga, Siti Aisyah mengingatkan kepada masyarakat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk tidak berpuas diri dengan apa yang sudah dicapai oleh Kota Bekasi saat ini.

Kota Bekasi telah menjadi salah satu kota tujuan urbanisasi masyarakat dari desa ke kota, mayoritas yang datang dengan tujuan untuk memperbaiki kesejahteraan. Menengok kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi, saat ini wanita yang duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tersebut tidak menampik masih ada masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Walaupun, kondisinya tidak separah di wilayah lain, ini tidak boleh luput dari perhatian pemerintah Kota Bekasi. Peningkatan kesejahteraan masyarakat dinilai belum seimbang, pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi perhatian.

”Jadi masih banyak yang harus diselesaikan, jangan dulu masyarakat ataupun pemerintah merasa puas dengan yang dihasilkan hari ini. Karena kalau orang sudah merasa puas ya sudah cukup, tidak lagi berfikir untuk kedepan,” terang putri dari almarhum Ahmad Zurfai tersebut kepada Radar Bekasi, Senin (9/3).

Data hasil survei sosial ekonomi nasional (SUSENAS) tahun 2019 lalu, menunjukkan masih ada masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan, meskipun jumlahnya menunjukkan penurunan sebanyak 6 ribu orang, dari 119 ribu orang di tahun 2018.

Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan masyarakat asli Kota Bekasi yang dinilai memiliki perbedaan dalam sisi jumlah yang cukup besar. Masyarakat asli Kota Bekasi harus bisa memperlihatkan pengaruh dan keberadaannya di tanah kelahiran, sehingga tidak tergilas oleh penduduk pendatang atau urban.

”Tetapi tentang peluang kesempatan hidup maupun mencari pekerjaan, untuk orang Bekasi itu ada kesenjangan, jadi yang asli orang Bekasi-nya itu hanya jadi penonton. Emang kalau bicara pemerintah harus bisa jadi bapak ibunya masyarakat Kota Bekasi, bukan hanya jadi bapak ibunya orang Bekasi asli,” ungkapnya.

Beberapa kebijakan perlu diperhatikan oleh pemerintah Kota Bekasi, diantaranya perjanjian dengan pemilik modal yang hendak mendirikan pabrik di wilayah Kota Bekasi, sekian persen dari pekerjanya harus merupakan masyarakat asli Kota Bekasi. Meskipun, masyarakat dalam hal ini juga harus bisa menyesuaikan tingkat pendidikan, keahlian, dan kualitas pekerjaan sehingga mampu bersaing.

Selanjutnya, yang tidak luput adalah isu yang dewasa ini menjadi perbincangan masyarakat luas, yakni bencana Banjir yang beberapa kali sempat merendam Kota Bekasi. Disebutkan bahwa keseimbangan antara pembangunan dengan pengendalian lingkungan harus menjadi perhatian lebih.

Tidak ada pihak yang disalahkan dalam hal ini, melainkan evaluasi terhadap dampak dari pembangunan yang semakin gencar di wilayah Kota Bekasi. Dirinya berharap di usia ke-23 ini, Kota Bekasi menjadi kota yang semakin nyaman untuk tinggal, dengan kekuatan Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) yang dimiliki saat ini.

”Bekasi tentunya lebih baik terutama dari lingkungannya, terbebas dari banjir, walaupun ini tidak hanya terjadi di Kota Bekasi saja,” tegasnya. (sur)

 

Related Articles

Back to top button