Politik

Penyatuan Partai Merupakan Proses Alamiah

Wacana Pembentukan Partai Islam Tunggal

Ahmad Ustuchri

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Partai politik di indonesia terus mengalami penyederhaan. Kecenderungannya, terdapat partai baru yang muncul bahkan ada juga partai lama yang redup pada setiap momen pemilu. Demikian hal ini disampaikan Ketua DPC PKB Ahmad Ustuchri.

Kata dia, kemunculan partai baru dengan idiologi tertentu sudah terdengar. Terbaru, yakni adanya wacana pembentukan partai politik Islam tunggal yang disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat Din Syamsuddin.

”Biarkan saja (wacana pembentukan partai Islam tunggal.red), toh hari-hari ini partai semakin menyusut. Dulu sampai 40 dan sekarang mengalami pengurangan,” ujarnya saat ditemui Radar Bekasi di halaman Kantor DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur, Senin (9/3).

Ustuchri menyampaikan, adanya pendirian partai baru atau tidak yang pasti kembali pada mekanisme demokrasi. ”Mekanisme demokrasi itu, yang kemudian melahirkan penyedarhanaan partai, jangan dipaksa (ada atau tidaknya partai baru.red),” jelasnya.

Ia menjelaskan, munculnya satu partai merupakan porsses alamiah. Artinya, sebuah ideologi bisa ditafsirkan dengan berbagai sudut pandang.

”Munculnya partai bukan perkawinan alamiah tapi dari hasil dinamika dalam mencari kesamaan, akhirnya hanya sedikit saja perbedaan. Di dalam islam pun, perbedaan itu adalah sebuah rahmat, perbedaan yang baik yang tidak menimbulkan pertikaian apalagi pertengkaran. Apalagi sampai menimbulkan peperangan, jadi justru yang mesti diupayakan adalah menurut tokoh islam jaman Gusdur itu vari persamaan,” bebernya.

Ia menambahkan, penyedarhanaan partai politik jangan memunculkan istrumen yang justru sebetulnya tidak dipahami oleh yang menggagas.

”Adanya islam tunggal, Itu sudah bagus. Tapi otomatis seleksi alamaiah. Tapi kalaupun Islam tunggal, itu berlawanan dengan proses demokrasi. Seperti sudah kembali ke zaman orde baru. Dulu sempat ada wacana, penyatuan Nasionalis ke partai anu, dan partai islam ke partai anu dan itu tidak boleh lah,” tukasnya. (dan/pms)

Related Articles

Back to top button