BekasiBerita UtamaPolitik
Trending

Tuti dan Marjuki Resmi jadi Cawabup

TERIMA REKOMENDASI: Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja menerima rekomendasi calon wakil bupati teranyar dari DPP Golkar dengan nama Tuti Nurcholifah Yasin dan Moch Dahim Arisi. IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Satu nama bakal calon wakil bupati Bekasi (Cawabup) yang direkomendasikan Partai Golkar berubah. Nama Ahmad Marjuki digantikan Moch Dahim Arisi. Sementara, balon wabup lainnya, Tuti Nurcholifah Yasin tetap bertahan.

Surat rekomendasi itu ditandatangani Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jendral DPP Golkar, Lodewijk F Paulus. Dan sudah diserahkan langsung ke Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, melalui Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bekasi, Senin (9/3).

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bekasi, Asep Surya Atmaja menuturkan, rekomendasi ini diterima pihaknya pada Minggu (8/3). Menurut pengakuannya, surat itu diberikan pengurus DPD Golkar Kabupaten Bekasi. ”Kemudian dari kita diserahkan ke bupati. Ini sesuai pasal 176 ayat 2 rekomendasi harus melalui bupati,” ujarnya saat dihubungi Radar Bekasi.

Pria yang juga adik kandung bupati Bekasi ini menegaskan, Moch Dahim Arisi, yang menggantikan nama Marjuki, merupakan mantan ketua PK Partai Golkar dan salah satu balon wabup yang mendaftar ke Partai Golkar.

Asep menyatakan, dia sudah menginformasikan persoalan perubahan nama ke ketua DPRD Kabupaten Bekasi. Jika panitia pemilihan (panlih) wakil bupati Bekasi tetap ingin melanjutkan tahapan, dia mempersilahkannya. ”Kalau panlih (ingin  melanjutkan tahapan)  silahkan saja  dilanjut. Tapi kan namanya sudah berbeda di Golkarnya,” ujarnya.

Namun, dia menegaskan bahwa dengan adanya rekomenadsi yang baru maka yang lama tidak berlaku. ”Kalau partai Golkar kaya gitu. Kalau misalkan tetap dilaksanakan kita akan komunikasi lagi dengan pimpinan partai,” sambungnya.

Terpisah, Kuasa Hukum Ahmad Marjuki, Arkancikwan mempertanyakan perihal penggantian nama tersebut. ”Persoalannya itu mau didaftarkan kemana rekomendasi tersebut, karena pendaftaran sudah tutup dan panlih sudah memutuskan dua nama,” katanya.

Dalam kesempatan ini dirinya juga mengancam, akan membawa persoalan ini ke ranah hukum apabila proses yang sudah berjalan berhenti secara tiba-tiba. ”Kalau misalkan itu tidak dilaksanakan kita akan gugat. Tapi kalau dilaksanakan kita tidak akan gugat. Masalah menang kalah itu kesekian, yang penting dilanjutkan,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PAN Kabupaten Bekasi, Roy Kamarulah mengaku tidak mendapatkan informasi terkait dengan perubahan nama tersebut.

”Silahkan nanti masyarakat bisa menilai sendiri. Karena rekom yang sudah dikeluarkan selama ini sudah tiga kali. Kayanya gampang bener gitu ngeluarin rekom. Kita enggak dikasih tahu. Tahu-tahu berubah aja,” ucapnya.

Dirinya berharap, Panlih bisa melanjutkan proses Pilwabup yang sudah berjalan. ”Tahapan harus tetap berjalan. Yang namanya langkah itu maju bukan mundur. Kalau misalkan mundur, panlih perlu dipertanyakan,” tukasnya.

Terpisah, Ketua Panlih Wakil Bupati DPRD Kabupaten Bekasi, Mustakim mengaku, tidak tahu mengenai perubahaan rekomendasi cawabup Bekasi dari Partai Golkar. Pria yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bekasi ini menegaskan, proses Pilwabup akan terus berjalan sesuai jadwal yang sudah dibuat oleh Panlih.

Emang ada yang berubah ?. Sampai hari ini panlih enggak tahu kalau ada yang berubah. Pokoknya judulnya sesuai tahapan,” katanya.

Mustakim juga menyampaikan bahwa panlih telah menetapkan Tuti dan Marjuki sebagai calon wakil bupati Bekasi periode 2017-2022 berdasarkan surat Nomor 11/PANLIH/III/2020 yang baru diterbitkan kemarin, Senin (9/3).

Dalam surat yang ditandatangani Mustakim ini disampaikan bahwa kedua cawabup akan dipilih melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD dalam rapat paripurna. Selain itu, keduanya dilarang mengundurkan diri terhitung sejak ditetapkan.

Berita acara penetapan cawabup Bekasi ini ditandatangani delapan dari sepuluh anggota panlih. Mereka yakni ketua dan wakil ketua serta enam anggota panlih wabup Bekasi. Selain itu, berdsarkan berita acara tersebut, semblian orang menyetujui penetapan cawabup dan satu orang dari Partai Golkar tidak menyetujuinya.

Kemudian, panlih wabup juga menyampiakn hasil rapat pleno panlih ke ketua DPRD Kabupaten Bekasi melalui nota dinas yang telah ditandatangani Mustakim.

Terdapat tiga poin pada nota tersebut. Pertama, penetapan Tuti dan Marjuki berdasarkan hasil rapat pleno panlih wabup Bekasi. Kedua, mengundang cawabup Bekasi pada hari ini, Selasa (10/3). Kemudian, yang ketiga yakni melakukan rapat paripurna pada Rabu (18/3) mendatang dengan sejumlah agenda.

Yakni, penyampaian pemilihan berdasarkan rapat pleno panlih pada Senin (9/3), penyampaian visi dan misi cawabup, pelaksanaan pilwabup Bekasi dan penetapan wakil bupati Bekasi terpilih.

Disinggung apakah panlih bakal kembali membuka tahapan pendaftaran setelah ada perubahan nama cawabup dari Partai Golkar, Mustakim tidak menjawab dengan tegas. ”Besok (hari ini) manggil calon bupati setelah tadi ditetapkan,” ujarnya.(pra/neo)

Related Articles

Back to top button