Cikarang

Uji Coba Tilang Elektronik Kembali Diundur

PLANG PEMBERITAHUAN: Sejumlah pengendara bermotor melintasi plang pemberitahuan terkait sosialisasi area penerapan tilang elektronik di simpang Jalan Raya RE Martadinata, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (9/3). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pelaksanaan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kabupaten Bekasi yang seharusnya dilaksanakan mulai Selasa (10/3), kembali ditunda menjadi Rabu (11/3).

Penundaan tersebut belum diketahui penyebabnya. Bahkan Kasatlantas Polres Metro Bekasi, AKBP Rachmat Sumekar, tidak bisa menjelaskan apa penyebab pengunduran tersebut.

”Memang pelaksanaannya diundur jadi hari Rabu (11/3) besok,” tukas Rachmat saat dihubungi Radar Bekasi melalui pesan singkat, Senin (9/3).

Pantauan Radar Bekasi di Jalan Raya RE Martadinata, di lokasi yang sedianya akan dilakukan pelaksanaan tilang elektronik, yakni di lampu merah Sentral Grosir Cikarang (SGC), sudah terlihat beberapa petugas sedang memasang kamera CCTV buat tilang eletronik.

Menurut keterangan pengendara sepeda motor, Riki Riyanto, dengan adanya tilang elektonik tersebut, diharapkan bisa mengurangi pelanggaran lalu lintas dan kemacetan hingga angka kecelakaan di Kabupaten Bekasi.

Hal tersebut ia sampaikan, mengingat masih banyak pengendara bermotor yang menerobos lampu merah, sehingga menyebabkan kemacetan dan kecelakaan.

”Saya sangat mengapresiasi adanya tilang elektronik ini. Apalagi kondisi lalu-lintas di persimpangan SGC ini sangat amburadul. Banyak pengendara yang menerobos lampu merah. Makanya sering terjadi kecelakaan,” ucap Riki saat menunggu pergantian lampu merah ke hijau.

Dia juga berharap, ada tindakan tegas dari pihak kepolisian terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran lalu-lintas, agar tidak merugikan pengendara lain. ”Harus ada tindakan tegas. Karena hal itu akan merugikan pengendara lain. Misalkan dia menerobos lampu merah, terus mengalami kecelakaan, kan jalan jadi macet. Tentu ini merugikan pengendara lain,” beber Riki.

Pengendara lainnya, Imam, juga sangat mengapresiasi dengan adanya tilang elektronik di wilayah Kabupaten Bekasi. Kata dia, para pengendara yang sering ugal-ugalan dan melanggar lalu lintas, akan mendapat sanksi, walaupun di lokasi tersebut tidak ada polisi yang berjaga. Padahal, saat dimintai komentar, Imam sendiri tidak mengenakan helm.

”Saya sangat apresiasi tilang elektronik ini. Semoga para pengendara tidak lagi melakukan pelanggaran lalu lintas,” terangnya. (pra)

 

Close