BekasiBerita UtamaMetropolis
Trending

Jangan Abaikan Warga Terdampak

Evaluasi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

MENIMBULKAN DAMPAK: Sejumlah kendaraan melintas disamping pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ruas Tol Elevated, Bekasi Timur, belum lama ini. Proses pembangunan tersebut menimbulkan dampak lingkungan salah satunya penyebab banjir di wilayah Kota Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Rumah warga disepanjang trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) disebut merasakan dampak dari pembangunan. Bahkan mereka masih akan terdampak jika operasional infrastruktur nasional ini beroperasi.

Ironisnya, tidak semua masyarakat yang terdampak itu bisa dipastikan menikmati Infrastruktur yang sedang dibangun.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Ahmad Syaikhu menyebut bahwa pihaknya telah memberikan beberapa catatan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait dengan proyek strategis nasional ini. Diantaranya adalah mengenai evakuasi Analisis Mengenadi Dampak Lingkungan (AMDAL).

”Nyatanya ini menimbulkan dampak banjir terhadap masyarakat, terutama yang dilalui oleh kereta cepat, Kota Bekasi, Karawang, dan sebagainya,” ungkapnya saat ditemui Radar Bekasi, Selasa (10/3).

Penghentian pekerjaan proyek kereta cepat yang diketahui berlangsung selama dua pekan ini, menurutnya bisa menjadi ajang evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Pemerintah Daerah yang wilayahnya terkena dampak langsung terhadap proyek pembangunan kereta cepat diminta untuk aktif berkoordinasi dengan Kemenhub dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Termasuk jika berkenaan dengan ganti rugi terhadap warga yang terdampak.

Di beberapa negara, rute kereta cepat ini disebut berjauhan dengan permukiman warga, berbeda dengan Indonesia, di wilayah yang padat, maka rumah warga terkena dampak, bahkan angin dan getaran yang masih akan dirasakan saat operasional kereta cepat berlangsung.

”Mereka tidak menikmati kereta cepat tapi dampaknya langsung pada rumah-rumah mereka yang terganggu,” lanjutnya.

Pembangunan infrastruktur ini juga diharapkan bisa diimbangi dengan perubahan budaya masyarakat. Dalam hal ini, pemanfaatan infrastruktur yang sudah tersedia, sehingga di sisi lain bisa menekan angka kemacetan.

Diketahui, beberapa waktu lalu proyek KCJB ini dinilai mengganggu sipon yang berada di wilayah Kota Bekasi. Tidak hanya di Kota Bekasi, juga dampak di wilayah lain, hingga berujung penghentian sementara di Kota Bekasi.

Kabid Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Widayat Subroto membenarkan pihaknya telah melakukan koordinasi terkait dengan material yang menutupi sipon. Saat ini, disebut PT KCIC tengah membersihkan material di wilayah Bekasi Barat.

”Diberhentikan ini tapi mereka masih proses kerja di Bekasi Barat, ini mereka masih menyingkirkan material-materialnya supaya tidak sering kebanjiran kita ini,” ungkapnya kepada Radar Bekasi beberapa waktu lalu. (sur)

 

Related Articles

Back to top button