Bekasi

Positif Corona Melonjak jadi 27 Orang

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat, sebanyak 18 orang masuk dalam pengawasan. Mereka memiliki latar belakang usia yang berbeda. Namun, tidak dijelaskan secara detail penyebab dan penanggulangannya saat ini.

”Pemantauan ada peningkatan, kalo datanya sih nanti ya di-share,” katanya saat dijumpai usai Paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Selasa (10/3).

Ketua Komisi Empat DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi mengaku bahwa ihwal penanggulangan Corona virus ini belum sampai di meja Komisi IV DPRD Kota Bekasi. ”Coba aja tanya di Dinkes, belum sampai di kita,” singkatnya.

Beberapa waktu lalu, disebutkan oleh Sardi, bahwa pihaknya bahkan belum menerima Rencana Kerja (Renja) Dinas Kesehatan Kota Bekasi hingga saat ini. Diakui mitra kerja lainnya di Komisi IV sudah menyerahkan Renja.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menjelaskan bahwa sejauh ini pihaknya telah melakukan sosialisasi sesuai diktum kedua keputusan menteri kesehatan, yakni melakukan komunikasi resiko, peningkatan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat.

Rahmat menegaskan tidak lagi perlu ada ketakutan berlebih terhadap virus ini, selama anjuran yang telah disosialisasikan seperti menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat dilaksanakan. Bahkan, aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi dilarang untuk menggunakan masker.

”Sampai saat ini negatif, mudah-mudahan negatif, mudah-mudahan yang disampaikan 18 oleh Dinkes kemarin itu negatif,” terangnya.

Sementara itu, Pemerintah kembali mengumumkan delapan pasien yang positif kena virus Corona per Selasa (10/3) hari ini. Dengan begitu, total ada 27 pasien positif Corona di Indonesia. ”Total (bertambah) jumlah delapan,” kata Juru Bicara Penanganan Corona Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta Pusat.

Yuri melanjutkan, sebelumnya sudah ada 19 pasien yang dinyatakan positif Corona. Dia lalu memerinci pasien yang positif Corona dari 20 sampai 27.

Pasien kode 20 berjenis kelamin wanita, berusia 70 tahun. Dia terpapar Corona dari subklaster Jakarta. Lalu pasien kode 21 merupakan perempuan 47 tahun, penelusuran dari subklaster Jakarta.

Pasien kode 22, perempuan, 36 tahun, tertulari Corona dari luar negeri. Pasien kode 23, perempuan, 73 tahun, tertulari dari luar negeri dan saat ini dirawat menggunakan ventilator, comorbid, tetapi kondisi kesehatannya stabil.

Pasien kode 24, laki-laki, tertulari Corona dari luar negeri. Pasien kode 25, perempuan, WN asing, tertulari dari luar negeri. Pasien kode 26, laki-laki, 46 tahun, WN asing, tertulari dari luar negeri.

Pasien kode 27, laki-laki, 33 tahun. Kondisinya stabil. Yuri menduga pasien ini tertulari dari dalam negeri. Mengenai penularannya, Yuri mengaku belum bisa menentukan. ”Kami menduga local transmission. Sementara belum jelas,” tambah dia.

Sementara itu, korban virus Corona di seluruh dunia sebanyak 114.285 orang, Selasa (10/3).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.009 orang meninggal dunia. Sementara 62.841 lainnya dinyatakan sembuh.

Situs pelaporan online Worldometers mencatat, kasus Corona di China mencapai 80.739 setelah dilaporkan empat pasien baru. Sedangkan korban meninggal di China ada 3.120 dengan penambahan satu kematian baru. Sejauh ini pasien yang dinyatakan sembuh di China ada 58.749 orang.

Setelah China, negara lain dengan korban Corona terbanyak adalah Italia. Virus Corona menewaskan 463 orang di Italia dan menginfeksi 9.172 lainnya. Kasus kematian baru di sana sekitar 1.797 orang. Sedangkan yang sembuh ada 724 pasien. Akibat penyebaran virus Corona yang kian masif, pemerintah Italia memutuskan untuk mengisolasi total negara itu.(sur/cnn/pjk)

Related Articles

Back to top button