Metropolis
Trending

Sewa Harian Indekos Disoal

Pengelola Diduga Labrak Aturan

SPANDUK PENOLAKAN: Warga mengamati spanduk penolakan yang dipasang di depan rumah warga di Gang Pahlawan III, Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, Rabu (11/3). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah warga RT 06/01 Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, menolak adanya alih fungsi kontrakan atau rumah kos yang menggunakan sewa harian layaknya hotel.

Ketua RT 06 RW 01 Kelurahan Arenjaya, Ahmadin Amin mengatakan, kejadian tersebut terjadi di wilayahnya karena adanya dugaan penyalahangunaan izin.

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diajukan awalnya untuk rumah kos atau kontrakan bulanan, bukan untuk hotel atau sewa harian.

Belakangan diketahui, setelah berdiri, rumah kos tersebut disewa harian dengan tarif sewa mencapai Rp120 ribu perhari.

”Hal itu banyak warga yang menolak dan mendesak saya agar melakukan tindakan terkait beroperasinya rumah kos tanpa nama di lingkungan saya,” katanya.

Amin juga mengaku, rumah kos tersebut memiliki 30 pintu kamar dengan bangunan dua lantai, yang berdiri di atas lahan seluas 300 meter.

Ia menjelaskan, sebelumnya warga juga tak mengeluarkan izin jika rumah kos tersebut disewa secara harian. ”Yang pertama kita mau bahas terkait izinnya ada atau tidak, kalau itu mau dijadikan hotel atau losmen. Kedua apa alasan mereka dari kos-kosan menjadi losmen dan hotel. Dan kenapa mereka tidak mengajak warga untuk musyawarah atau rempugan kalau kos-kosan ingin di jadikan hotel,” ucapnya.

Sejauh ini, kos-kosan tersebut diakuinya disewakan secara daring atau online. Ia juga menanyakan tidak adanya transaparansi dari pihak pengelola. Kondisi itu dinilai akan mengganggu kenyamanan dan keamanan warga sekitar.

Namun usai adanya mediasi pihak pengelola, ketua RT06/01, aparatur kecamatan, lurah dan Babinsa, Bimaspol, pihak pengelola menjanjikan kembali memfungsikan rumah kos sesuai peruntukannya.

Pihak pengelola juga akan mencopot embel-embel aplikasi daring hotel yang ada disekitar rumah kos.

”Pihak kos-kosan setuju untuk dijadikan kos-kosan kembali, dan untuk aplikasi Oyo nanti akan memutus kerja samanya dalam waktu tujuh hari kedepan,” kata Amin usai pertemuan.

Camat Bekasi Timur, Widy Tiawarman mengaku, keluhan warga telah telah ditindaklanjuti dan dimusyawarahkan kepada pihak pemilik dan warga setempat.

”Izinnya juga sedang kita himpun, terkait aplikasi Oyo. Kalau perizinannya juga belum pernah kita keluarkan dan saya juga tidak mengetahui kalau izin yang lainnya,” tukasnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, pihaknya akan melihat proses perizinannya kos-kosan tersebut seperti apa. Fenomena tersebut akan dilihat dari sisi lingkungan kemasyarakatan dan dampak lainnya.

”Nanti saya pastikan izin-izinnya seperti apa, proses dan pengkajiannya seperti apa,” tutupnya. (pay)

 

Related Articles

Back to top button