BekasiBerita Utama
Trending

Warga Bekasi Was-Was

Puluhan ODP Bersinggungan dengan Positif Corona

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah warga Kota Bekasi mengaku was-was dengan merebaknya virus Corona di Indonesa. Terlebih, setelah pemerintah Kota Bekasi melakukan pengawasan dan pemantauan puluhan warga yang baru saja bepergian dari luar negeri.

Salah satu warga Kecamatan Mustika Jaya, Reihan (27) mengaku dengan keadaan yang semakin meningkatnya kasus Corona di wilayah Kota Bekasi, berharap Dinkes bisa bertindak tepat terkait dengan penyakit yang dapat menimbulkan wabah ini.

”Ya takut lah, ngeri juga kalau lihat informasi yang ada, apalagi kan kita nggak tau yang dipantau itu dimana, jangan-jangan nggak sengaja nular. Mau pake masker juga mahal,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Bambang (31), warga yang dijumpai di Wilayah Bekasi Timur itu mengaku rasa takut tidak bisa ditutupi. Meskipun, hingga saat ini ia masih menjalani kegiatan sehari-hari seperti biasanya. ”Kalau rasa takut sih nggak bisa dibilang nggak ya,” ungkapnya.

Sementara itu, Dua pasien kembali dinyatakan negatif setelah keluar hasil uji Laboratorium, hasil uji spesimen di laboratorium Litbangkes pasien lainnya masih menunggu. Hingga saat ini, di Kota Bekasi masih ada tiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan lima Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Total laporan yang diterima oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) per tanggal 10 Maret lalu, diterima sebanyak 20 laporan kasus dugaan Corona virus. Terdiri dari sembilan PDP, dan 21 ODP. ”Hasil Pemeriksaan Lab yang sudah keluar dua negatif dan sisanya menunggu hasil Litbangkes,” ungkap Kepala Dinkes Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, Rabu (11/3).

Diketahui sejauh ini, belum ada Warga Negara Asing (WNA) dalam pemantauan atau dalam pengawasan Dinkes. Screening dilakukan di lima perusahaan yang diketahui mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Puluhan ODP dan PDP di Kota Bekasi tersebut merupakan masyarakat yang memiliki riwayat perjalanan dari negara yang diketahui terjangkit Covid-19, atau melakukan kontak dengan yang sudah lebih dulu terjangkit dan memiliki riwayat perjalanan sebelumnya.

”Dengan banyaknya informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait Corona virus (Covid-19)  kita imbau agar masyarakat selalu berfikiran positif,” tambahnya.

Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) selama ini, tercatat tiga orang dilakukan pemeriksaan, disebut tidak ada pasien diduga terjangkit Covid-19 yang dirawat

Pasien yang datang lantas diisolasi di ruangan khusus, sambil berjalan pemeriksaan. Jika hasil pemeriksaan diketahui hanya diperlukan pemantauan, maka pasien dipersilahkan untuk kembali pulang. Sementara jika diputuskan harus dalam pengawasan, maka dirujuk ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) rujukan yang telah ditunjuk pemerintah.

”Sambil melakukan pemeriksaan lain, kita langsung masukkan area isolasi,” terangnya.

Tiga pasien yang diterima oleh RSUD Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi masuk pekan lalu. Ruang isolasi untuk pasien diduga Covid-19 di RSUD Kota Bekasi terdiri dari tiga sampai empat unit tempat tidur.

Ruang isolasi di-design negatif, ruangan ini akan memfiltrasi dan menimbulkan tekanan negatif hingga minus 30 derajat Celcius. Dengan tekanan suhu ini, kuman yang ada bisa langsung tertarik keluar.

Sementara itu, pasien ke-25 dari 27 kasus positif di Indonesia dinyatakan meninggal dunia. Pasien tersebut adalah Warga Negara Asing (WNA) yang meninggal dunia dini hari tadi, Rabu (11/3).

Pasien WNA tersebut adalah perempuan, 53 tahun, WNA. Dia tertular secara imported case atau karena baru datang dari luar negeri.”Tadi malem sekitar pukul 02 lewat sedikit, pasien 25 meninggal dunia,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto.

Yurianto menegaskan, sejak masuk pasien itu memang sudah punya riwayat penyakit berat. Pasien tersebut punya riwayat penyakit kronis seperti sakit diabetes dan paru-paru. Sehingga pasien tersebut semakin turun imunnya ketika berjuang melawan virus Corona jenis baru.

”Pasien ini masuk RS sudah dalam kondisi sakit berat karena aada faktor penyakit yang mendahului. Diabetes, hipertensi, paru obstruksi menahun,” tegasnya.

Yurianto menegaskan pasien selama perawatan dijaga oleh suaminya. Dan pihaknya sudah melakukan pelacakan kepada siapa kontak pasien semasa hidup. Dan kini pemerintah sedang menyiapkan untuk mengirim jenazah pasien ke negaranya. Namun Yurianto enggan menyebut dari negara mana pasien tersebut.

”Kedubes negara yang bersangkutan sudah tahu. Kini sedang proses dikirim ke negaranya dan selama perawatan didampingi suami,” paparnya.

Sementara itu, pasien virus Corona jenis baru di Indonesia terus bertambah. Data sebelumnya ada 27 pasien positif, kini per Rabu (11/3) bertambah lagi 7 pasien baru. Total kasus sudah sebanyak 34 pasien positif.

Yurianto menjelaskan, tujuh pasien tambahan lainnya kini sudah dirawat di ruang isolasi rumah sakit. Namun Yurianto enggan menyebutkan asal daerah dan di rumah sakit mana para pasien dirawat.

”Kemarin kita sudah mengidentifikasi data kasus pasien sampai 27 orang, sekarang akan saya jelaskan lagi,” katanya dalam konferensi pers, Rabu (11/3).

”Hari ini ada penambahan 7 pasien. Dengan kondisi rata-rata nampak sakit ringan sedang. Kecuali pasien 30 dan 29, tampak sakitnya sedang. Semuanya adalah imported case,” jelasnya.(sur/jpc)

Related Articles

Back to top button