Cikarang

Pasien DBD di RSUD Meningkat

BANGUNAN RSUD: Sejumlah kendaraan melintas di depan RSUD Kabupaten Bekasi, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Kamis (12/3). Saat ini, pasien Deman Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bekasi mangalami peningkatan. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dalam satu minggu belakangan ini, pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibitung, sudah menerima delapan orang pasien yang menderita DBD.

Perawat Penyakit Bagian Dalam RSUD Cibitung, Santi Susilawati mengaku, mulai tanggal 1 Maret sampai sekarang kemarin, Kamis (12/3), jumlah pasien yang menderita DBD mengalami peningkatan.

”Dari delapan pasien itu, empat diantaranya sudah pulang, dan sisanya masih dalam perawatan. Kendati demikian, kondisinya sudah sehat semua,” kata Santi, Kamis (12/3).

Ia menjelaskan, di bulan Maret ini, pihaknya lebih banyak merawat pasien DBD. ”Sebelumnya (Januari-Februari) paling setiap bulan hanya satu sampai dua orang pasien DBD yang datang ke RSUD ini,”  tuturnya.

Lanjut Santi, rata-rata usia pasien yang menderita DBD, masih sangat produktif, yakni sekitar 17 tahun sampai 48 tahun. Sehingga tidak bisa dipastikan pasien terkena DBD dimana, karena memang pekerja, suka berpergian kemana saja.

Bahkan, kata dia, selama bulan Maret ini, pernah ada pasien DBD yang keadannya sudah parah. Akan tetapi, pasien tersebut dirujuk ke RSUD.

”Untuk yang parah ada. Tapi dia (pasien) itu rujukan dari rumah sakit lain. Jadi, saat masuk RSUD keadannya memang sudah parah,” beber Santi.

Kata Santi, jika pasien DBD sudah parah, dilihat dari kondisi pasien itu sendiri, mulai dari trombositnya menurun, dan si pasien tersebut juga ada komplikasi. Misalnya, ada berak darah, mimisan. Kemudian untuk berapa lama pasien dirawat, tergantung berapa hari terkena DBD.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Irfan Maulana, tidak bisa dimintai keterangan mengenai angka keseluruhan masyarakat yang mengalami penyakit DBD di Kabupaten Bekasi. Dia beralasan sedang mengikuti diklat.

”Saya sedang diklat,” jawabnya melalui pesan singkat.

Berdasarkan data yang ada di RSUD Kabupaten Bekasi, kasus Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) dari bulan Januari hingga Desember 2019 mencapai 296 orang. Kemudian pada tahun 2020, dari bulan Januari hingga Februari sebanyak 18 orang. (pra)

Related Articles

Back to top button