BekasiBerita UtamaMetropolis
Trending

Risiko Banjir Meningkat

Air Tol Becakayu Dibuang ke Drainase Warga

PROYEK TOL: Sejumlah pengendara melintas dibawa pembangunan Tol Becakayu di Simpang BCP Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan. Spanduk penolakan dipasang warga terkait rencana pembangunan cross drainase di Jalan KH. Noer Alie, Jakasampurna, Bekasi Barat Kamis (12/3) (foto insert). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Warga RW 11, 12, 13, 14, 20 dan 22, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi kompak menolak pembangunan cross drainase Peb 269 dan 268 Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Alasan warga menolak lantaran dianggap sebagai penyebab banjir di wilayah sekitar. Saat ini antara pihak pelaksana proyek dengan warga sedang menunggu untuk difasilitasi guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Spanduk penolakan terpasang di ruas Jalan KH. Noer Alie, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Dalam spanduk tersebut tertulis bahwa saluran drainase pembuangan air dari ruas tol Becakayu ditengarai menyebabkan banjir. Warga nampak menyertakan deretan foto banjir yang terjadi di wilayah tersebut pada awal tahun dan akhir bulan Februari 2020 lalu.

”Banjirnya sudah, bukan ditakutkan, yang awal bulan satu sama bulan dua itu sudah kena banjir. Kemarin itu buat Jatiluhur raya itu se-dada ya, variasi ya tingkat ketinggiannya, kalau di wilayah saya itu di jalan itu sedengkul, kalau di dalam rumah itu sebetis,” jelas Sekretaris RW 12, Irvan Ditrawan (41) kepada Radar Bekasi, Kamis (12/3)

Dijelaskan oleh pria yang akrab disapa Dito tersebut, bahwa saluran air pembuangan dari ruas Jalan Tol Becakayu tersebut dialirkan menuju ke saluran drainase yang mengalir melalui permukiman warga.

Air dari kedua ruas tol, baik menuju ke arah Bekasi, maupun ke arah Jakarta dialirkan menuju drainase tersebut.

Air hujan yang jatuh di atas ruas tol dialirkan melalui pipa menuju aliran drainase yang melintas di wilayah warga. Warga menilai akibat pembuangan tersebut, menambah debit aliran air drainase.

Warga inisiatif untuk membuat forum guna menyelesaikan permasalahan tersebut. Belum ada mediasi antara warga dengan pelaksana proyek. Mereka meminta untuk air tidak dibuang melalui saluran drainase yang mengalir di wilayah mereka.

”Ya diambil titik tengahnya aja sekarang maunya gimana, kita juga sudah bikin forum ya si air itu harus dibuang kemana dan lewat mana cuma belum tuntas,” lanjutnya.

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Zainal Abidin Syah menyebut bahwa pemerintah Kota Bekasi tengah memediasi warga dengan pihak penyelenggara proyek. ”Ya kita sedang mediasi,” singkatnya.

Di waktu yang berbeda, Direktur Teknik & Operasi PT KKDM, Ayunda Prihantoro menyebut bahwa pihaknya berencana untuk mengalirkan air menuju aliran drainase warga dan memperbaiki sistim drainase yang sudah ada. Namun, maksud tersebut belum tersampaikan kepada warga.

Sementara ini, pihaknya tengah menunggu untuk difasilitasi dengan warga setempat. Air terpaksa dialirkan menuju drainase tersebut, lantaran air tidak boleh dialirkan ke Kalimalang.

”Kita perbaiki dengan adanya Becakayu, tentunya kan kita tidak semena-mena membuang air sembarangan. Kami hanya menyalurkan air saja membantu memperbaiki sistem drainase,” terangnya.

Pihaknya tidak ingin disalahkan jika air yang dibuang melalui pipa dari ruas jalan tol menggenang di Jalan KH. Noer Alie. Ia berkomitmen membenahi drainase sepanjang trase tol untuk pembuangan air dari ruas jalan tol. ”Iya nunggu difasilitasi sama warga,” tukasnya. (sur)

 

 

Related Articles

Back to top button