Cikarang

Bawa Sajam untuk Tawuran, Belasan Siswa Ditangkap

PERLIHATKAN BB: Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan (tengah) bersama jajarannya, didampingi Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Siswo (tiga dari kanan) memperlihatkan barang bukti (BB) yang disita dari sejumlah pelajar SMK yang hendak melakukan aksi tawuran. PRA/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Belasan siswa dari empat sekolah, yakni Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK-N 1) Cikarang Selatan, SMK Taruna Bhakti Cikarang Selatan, SMK Abdi Negara Cibarusah, dan SMK Gema Nusantara Cibarusah, berhasil dibekuk Polres Metro Bekasi saat hendak melakukan aksi tawuran di dua tempat yang berbeda.

Dimana untuk SMKN 1 Cikarang Pusat dengan SMK Dewantara 2, saat melakukan tawuran di Jalan Inspeksi Kalimalang, mengakibatkan NS dari SMKN 1 Cikarang Pusat meninggal dunia karna mengalami luka sobek di bagian dada. Dengan tersangka siswa SMK DEWANTARA 2 berinisial BA.

Kemudian untuk SMK Abdi Negara Cibarusah dan SMK Gema Nusantara Cibarusah, melakukan tawuran di Jalan Raya Serang-Cibarusah, tepatnya di depan obyek wisata Taman Buaya, Kampung Gebang,

Desa Sukaragam, Serang Baru. Akibatnya, beberapa siswa dari kedua sekolah mengalami luka sabetan senjata tajam.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan 13 siswa dari empat sekolah yang melakukan tawuran di dua tempat berbeda. Adapun inisial ke-13 siswa tersebut, yakni AF, JRS, MR, A, AWP, AAB, C, AM, AHR, FF, MRA, AAA, dan MM.

”Sebanyak 13 siswa dari empat sekolah yang diamankan masing-masing punya peran saat tawuran. Ada yang bawa senjata tajam (sajam), dan chating-an janjian untuk tawuran, hingga merekam aksi mereka dengan cara di video-in,” terang Hendra saat ungkap kasus di Polres Metro Bekasi, Sabtu (14/3).

Selain itu tambah Hendra, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah Barang Bukti (BB) senjata tajam berbagai jenis yang digunakan saat tawuran. Termasuk enam buah handpone dan 12 kendaraan sepeda motor.

”Jadi, saat dilakukan pemeriksaan, kami berhasil mengamankan sebanyak 26 sajam, enam handpone, dan 12 kendaraan bermotor,” tuturnya.

Hendra menegaskan, pihaknya masih terus melakukan pemantauan untuk mencegah aksi tawuran yang sedang ramai belakangan ini. Lanjutnya, aksi tawuran tersebut rata-rata dilakukan karena awalnya saling ledek di media sosial (medsos) sampai akhirnya janjian untuk bertemu. Hanya saja, dirinya belum bisa pastikan titik-titik yang kerap dijadikan sebgai lokasi tawuran.

”Kalau sekarang kami belum bisa pastikan titik mana saja yang rawan tawuran. Kemungkinan, setelah kejadian ini, aksi tawuran akan sepi, karena mereka (siswa) tahu pihak kepolisian sedang melakukan pemantauan. Yang pasti kami akan terus melakukan tindakan,” tegas Hendara.

Dalam kasus ini, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 55 KUHP yo pasal 56 KUHP yo 351 KUHP yo 358 KUHP, para pelaku terancam hukuman pidana paling lama 2 tahun 8 bulan penjara. (pra)

Related Articles

Back to top button