Bekasi

Seharusnya Sudah Lega, Sekarang Masih Kepikiran

Ketika Pelaksanaan UNBK SMK Ditunda

ILUSTRASI: Salah satu siswa SMA Tulus Bhakti tampak mengerjakan soal simulasi UNBK yang sempat dilaksanakan di sekolahnya.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mengeluarkan surat edaran penundaan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK. Sesuai jadwal, UNBK tingkat SMK mulai dilaksanakan tanggal 16 hingga 19 Maret mendatang. Bagaimana reaksi siswa menerima kebijakan tersebut.

Laporan: Dewi Wardah

Bekasi Selatan

”Yahh… ditunda,” gumam salah satu siswa kelas 12 SMKN 1 Kota Bekasi Daniel Fadly, ketika menerima informasi penudanaan pelaksanaan UNBK dari sekolah.

Siswa yang akrab siapa fadil ini mengaku, merasa kecewa dengan keputusan Dinas Pendidikan Provinsi Jwa Barat. Pasalnya, dengan penundaan ini rasa cemas yang dialami menghadapi UNBK masih berlanjut sampai batas waktu yang belum ditentukan.

”Sebenernya aku kurang suka dengan penundaan UNBK ini, soalnya yang seharusnya udah lega dan ga mikirin UN lagi, eh sekarang masih kepikiran. Tapi karena ini urgent ya mau gimana lagi,” ungkapnya kepada Radar Bekasi, kemarin.

Dia mengaku, sudah mempersiapkan dengan matang dalam menghadapi UNBK ini, mulai dari pendalaman materi di sekolah hingga les tambahan. ”Saya sudah siap UN, mulai dari persiapan belajar sampai fisik biar sehat,” tegasnya.

Ya, penundaan pelaksanaan UNBK tersebut seiring dengan diliburkannya aktivitas pendidikan selama 14 hari kedepan untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Tidak hanya tingkat SMA sederajat, namun mulai dari TK hingga perguruan tinggi.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Boan menjelaskan, berbagai persiapan sudah dilakukan menghadapi UNBK, seperti sinkronisasi server dan juga data peserta ujian sudah dinyatakan aman untuk melaksanaan UNBK tersebut.

 ”Persiapan UNBK sebenernya sudah aman dan nyaman jika tetap dilaksanakan kita siap, tapi kembali lagi dengan keputusan yang sudah dibuat dan demi kenyamanan juga keamanan siswa kami akan menerima keputusan dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat,” ujarnya saat dihubungi Radar Bekasi, Minggu (15/3).

  ”Keputusan yang dibuat oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat itu mutlak dan kita akan mengikuti arahan yang sudah diberikan, tapi belum ada kepastian terkait dengan waktu penundaan yang diberikan,” sambungnya.

 Sampai dengan saat ini pihak sekolah tingkat SMK sudah meliburkan seluruh siswanya baik kelas 10 maupun kelas 12, tentunya dalam hal ini sekolah memberikan catatan agar siswa tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar melalui sistem pembelajaran online menggunakan aplikasi pilihan dari sekolah ataupun daring komunikasi WhatsApp.

 ”Sebenarnya pihak panitia UNBK di setiap sekolah sudah standby untuk pelaksanaan UNBK selama 4 hari, tapi dengan keputusan yang sekarang ini dibuat mungkin akan kami fokuskan kepada sistem pembelajaran siswa yang dilaksanakan di rumah,” tegasnya.

Kepala Seksi Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III (KCD) Awan Suparwana menambahkan, bahwa pihak Cabang Dinas Wilayah III sudah mengikuti agenda putusan yang diberikan oleh Pemerintah Jawa Barat. Hasil keputusan yang sudah dibuat oleh pemerintah Jawa Barat sudah disampaikan melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah di masing-masing daerah.

 ”Ini sifatnya urgent jadi kita sudah menyampaikan langsung kepada MKKS melalui surat resmi yang diberikan oleh Pemerintah Jawa Barat,” pungkasnya.(*/dew)

Related Articles

Back to top button