BekasiBerita Utama
Trending

Bekasi Siapkan RS Rujukan

Pasien Positif Corona Terus Bertambah

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmajid menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat Kota Bekasi yang terdampak Covid-19. Kelengkapan ruangan dan sarana prasarana ditarget lengkap dalam tiga pekan kedepan.

Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dalam surat edaran yang telah diterbitkan pada 14 Maret lalu, yakni menetapkan RSUD tipe B milik Pemerintah Kota Bekasi ini menjadi rumah sakit rujukan, juga dipertegas pada saat kunjungannya ke RSUD, Senin (16/3) kemarin.

Satu ruangan disiapkan untuk merawat pasien, jika ada yang dinyatakan positif terpapar Covid-19. Lokasinya di gedung khusus penyakit paru, lantai 6, RSUD Kota Bekasi, disediakan satu ruangan untuk merawat masyarakat.

Kelengkapan sarana dan prasarana hingga standarisasi perawatan dicocokkan dengan sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan pemerintah pusat, salah satunya RS Sulianti Saroso, Jakarta. Diakui ada beberapa kekurangan untuk sarana dan prasarana, hingga standarisasi ruang isolasi.

”Artinya kita punya standar pelayanan yang sama dengan rumah sakit yang diberikan pemerintah, ini inisiatif, inisiatif kepala daerah wali kota dan wakil wali kota, direktur rumah sakit, beserta seluruh jajaran dokter dinas kesehatan, dalam upaya tidak perlu lagi antre, memang kita tidak punya Litbangkesnya, alatnya kita tidak punya, hanya satu di Indonesia,” terang Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

Selain di RSUD, ia juga berharap rumah sakit swasta yang ada di Kota Bekasi ikut melengkapi sarana dan prasarananya, serta standarisasi pelayanan kesehatan supaya tidak bertumpu pada RSUD Kota Bekasi saja.

Hingga saat ini belum ada laporan masyarakat Kota Bekasi yang dinyatakan positif Covid-19, warga disarankan untuk melapor jika menemui gejala atau tanda-tanda serupa dengan gejala klinis Covid-19 di nomor call center Pemerintah Kota Bekasi atau satgas Covid-19.

Hingga saat ini status di wilayah Kota Bekasi masih siaga, status ini akan ditingkatkan menjadi bencana jika diketahui ada warga Kota Bekasi yang dinyatakan terjangkit positif Covid-19. Ia menegaskan jika assuransi kesehatan yang dimiliki oleh masyarakat tidak meng-cover pelayanan kesehatan berkaitan dengan Covid-19, pihaknya mempersiapkan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah Kota Bekasi.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bekasi, Kusnanto menyebut, sejauh ini sudah ada enam tempat tidur yang disiapkan oleh RSUD untuk merawat pasien. Meskipun, diakui ada beberapa kekurangan diantaranya kelengkapan ruangan dan alat pelindung diri sekali pakai, sehingga dibutuhkan dalam jumlah banyak.

”Tadi pak wali sudah sidak, ada beberapa kekurangan-kekurangan yang diminta untuk disiapkan dalam satu Minggu ini,” terangnya.

Pasien akan lebih dulu di rawat di RSUD, sambil memperhatikan kondisi kesehatan pasien, jika ditemukan keadaan yang memburuk dan tidak memungkinkan untuk ditangani, maka akan dirujuk ke RS yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat.

”Kita kan tetap melihat kesiapan kita, kita ter-link langsung dengan pusat, apabila ada hal yang harus dirujuk dengan kerterbatasan yang kita punya, ya kita rujuk,” lanjutnya.

Di lokasi yang berbeda, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto yang ditunjuk sebagai ketua tim Siaga Covid-19 menjabarkan pihaknya telah mengalokasikan dana sekira Rp110 miliar. Diantaranya Rp96 Miliar untuk pelayanan kesehatan Rp11 Miliar sisanya untuk melengkapi sarana dan prasarana RSUD Kota Bekasi.

Terpisah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menganggarkan Rp 6 miliar untuk penangan bencana virus covid 19. “Jadi yang teralokasi melalui APBD tahun 2020 ada Rp 6 miliar, anggaran tersebut akan digunakan untuk keperluan penanggulangan masalah Corona. Tapi tidak seluruhnya harus dihabiskan melainkan sesuai dengan kebutuhan,” kata Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bekasi, Arif Abdurahman.

Selain itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bekasi akan melakukan pengawasan kepada 40 orang yang kini tengah dalam pemantauan. Jumlah itu melengkapi 12 orang lainnya yang ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan.

Selain 40 orang dalam pemantauan dan 12 pasien dalam pengawasan, dan empat orang di Kabupaten Bekasi pun telah dinyatakan terinfeksi Covid-19 dan dua orang diantaranya meninggal dunia.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Virus Covid-19 Kabupaten Bekasi, Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Hendra Gunawan menuturkan, sebagai langkah awal yang sudah dilakukan adalah pihaknya meminta tidak memberikan perizinan keramaian. Baik itu acara pernikahan, serta tabligh akbar.

Kemudian, untuk tempat-tempat hiburan baik itu live music serta tempat yang dapat mengundang keramaian dimintanya juga untuk tidak buka terlebih dahulu untuk memutus mata rantai penyebaran virus yang mematikan tersebut.

”Melalui surat edaran sudah diimbau untuk tidak memberi izin keramaian, kemudian juga tidak memberikan masyarakat ataupun kelompok serta kaum buruh untuk tidak berunjuk rasa,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bekasi, Eka Supria mengaku mengimbau seluruh warga Kabupaten Bekasi untuk membatasi aktivitas terutama di luar ruangan selama 14 hari. Imbauan itu berlaku tidak hanya untuk aparatur sipil negara, melainkan bagi sekolah, kantor hingga kawasan industri.

”Untuk 14 hari saja, saya imbau untuk membatasi aktivitas. Kita amankan betul-betul Kabupaten Bekasi. Sekolah dengan belajar di rumah, pembersihan tempat-tempat dengan disinfektan,” ucapnya.

Eka mengatakan, saat ini Pemkab Bekasi pun telah mendirikan posko di tingkat kabupaten dan di 23 kecamatan. Posko itu didirikan untuk melayani masyarakat terkait kasus Covid-19. ”Kemudian di pihak desa pun kami siapkan petugas-petugasnya untuk menyosialisasikan bagaimana itu Covid-19 bekerja dan bagaiman cara mencegahnya,” jelasnya.

Sementara itu, Pasien virus Corona jenis baru atau COVID-19 di Indonesia bertambah lagi pada Senin (16/3). Pasien kasus baru bertambah lagi 17 kasus. Artinya totalnya menjadi 134 kasus positif.

Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan, jumlah pasien positif virus Corona bertambah setiap hari seiring pelacakan kontak (contact tracing) yang dilakukan tim.

Penambahan pasien baru itu adalah hasil tracing dari pasien positif sebelumnya. ”Data hari ini sampai tadi siang. Artinya spesimen kemarin sore sampai siang tadi tambah 17 positif baru,” katanya kepada wartawan, Senin (16/3).

Dari jumlah itu, Yurianto menyebut ada 4 provinsi persebaran kasus positif. DKI Jakarta masih menjadi wilayah tertinggi kasus penyebaran virus tersebut. ”Rinciannya berasal dari Provinsi Jawa Barat (1), Banten (1), Jawa Tengah (1), DKI Jakarta (14),” paparnya.

Sedangkan jumlah pasien sembuh saat ini total adalah 9 orang. Dan kasus meninggal yakni 5 orang. Dari pasien yang masih dirawat, Kemenkes masih melakukan tracing contact dilakukan oleh Dinas Kesehatan masing-masing daerah.(sur/and/jpc)

Related Articles

Back to top button