Bekasi

Diduga Suspect Corona, WNA Meninggal Dunia

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Salah seorang Warga Negara Asing (WNA) asal India ditemukan tewas di sebuah mess di Jalan Hos Cokroaminoto KM 51, No 133, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat. Belum diketahui dengan detail penyebab dari tewasnya korban bernama Palaniappan Ramanathan (51) tersebut.

Korban ditemukan sudah tidak bernyawa pada Sabtu (14/3) sekira pukul 11.00 siang, oleh kerabatnya. Korban diketahui mempunyai riwayat bepergian ke Malaysia pada 10 Februari 2020 lalu dan kembali ke Indonesia pada 14 Februari 2020. Sebelum korban ditemukan tewas, sempat terlihat batuk-batuk.

Informasi dihimpun Radar Bekasi, hasil visum luar oleh tim dokter menerangkan bahwa tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terdapat gejala gangguan pernafasan pada tenggorokan korban yang ditunjukkan dengan perubahan fisiologis dari beberapa bagian tubuh korban.

Meski begitu, belum diketahui pasti penyebab kematian warga negara asing itu, termasuk keterkaitan dengan virus Covid-19 yang kini merebak.

Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Komisaris Besar Hendra Gunawan mengimbau warga tidak panik dengan kematian warga negara asing itu. Hingga kini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim kesehatan. ”Hingga saat ini tidak ada satu pun keterangan ilmiah yang menyebutkan orang yang bersangkutan itu positif, sehingga kami imbau masyarakat tidak panik,” ujarnya saat dihubungi, Senin (16/3).

Saat menerima informasi, polisi langsung melakukan evakuasi kemudian memeriksa tempat kejadian dan menggali informasi dari para saksi. Kata Hendra, korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi. Namun, karena tengah terjadi pandemi Covid-19, kepolisian dan tim media menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

”Jadi jenazah korban dibungkus plastik kemudian masukkan ke dalam peti. Informasi terakhir, jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati karena memang itu rumah sakit rujukan,” ucapnya.

Hendra mengatakan, hingga kini proses pemeriksaan laboratorium masih dilakukan. Selanjutnya menjadi kewenangan Kementerian Kesehatan. ”Karena bukan kewenangan Polri mengumumkan positif atau negatif, yang mengumumkan adalah Kementerian Kesehatan,” tuturnya.

Hendra menambahkan, dalam kasus ini, pihaknya pun telah mendata pihak mana saja yang telah berkontak dengan korban sebelum meninggal. ”Tracing kami lakukan tapi sifatnya pendataan, bukan isolasi. Karena tidak ada isolasi ini protap kami, begitu ada kejadian tidak tahu penyakitnya apa, karena sedang pandemi jadi langsung kami terapkan protapnya. Kami pendataan sehingga apabila, sekali lagi apabila, jika benar (positif) maka kami lakukan penanganan SOP yang sesuai,” jelasnya.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, dari hasil pengumpulan informasi, WNA India itu tidak berkaitan dengan Covid-19. ”Saya tidak mau mendahului penyelidikan aparat kepolisian. Tapi anamnesis penyelidikan wawancara yang tim kami turunkan, menyebutkan bahwa yang bersangkutan tidak ada kontak dengan Covid-19,” jelasnya.

Alamsyah mengatakan, kendati pernah berpergian ke luar negari namun waktunya telah melebihi masa inkubasi virus yakni 14 hari. ”Tidak ada perjalanan dari luar negeri atau ke daerah yang terjangkit (Covid-19) kurang dari 14 hari. Kalau dihitung 10-14 Februari itu sudah lewat dari 14 hari,” tuturnya. (pra)

Related Articles

Back to top button