Bekasi

Dua Balon Kades Gugur

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perolehan hasil seleksi terhadap 12 bakal calon (balon) Kepala Desa (Kades) di dua Desa, yakni Desa Tanjungsari dan Karangrahayu sudah dikeluarkan tim Independen. Dari hasil seleksi, dua bakal calon tidak lolos. Keduanya yakni calon dari Desa Karang Rahayu atasnama Wirahadi Kusuma dengan nilai 204 poin, dan calon dari Desa Tanjungsari, Wahidin dengan nilai 269 poin.

Kepala bidang (Kabid) Pemerintah Desa, pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, Maman Firmansyah menyampaikan, ada dua hasil dari tes seleksi ini yakni hasil tes administrasi dan hasil tes tulis maupun wawancara.

Dia berharap, dari hasil yang telah disampaikan itu bisa diterima dengan legowo, khususnya kepada balon yang dinyatakan tak lolos. ”Mudah-mudahan sesuai arahan bupati juga ini bukan soal menang-kalah, karena sesuai syarat memang harus ada yang digugurkan dari salah satunya. Dan intinya kita harap semua kondusif,” imbuhnya.

Adapun dari hasil itu dia pun memastikan, tak ada rekayasa atau intervensi pihak lain. ”Kita terbuka saja, dan tadi pun kita serahkan ke panitia desa itu dalam kondisi segel. Semua murni apa adanya,” tutup Maman.

Terpisah, anggota tim seleksi bakal calon kades, Harun al-Rasyid menyampaikan, ke 12 balon kades memiliki nilai dan kemampuan yang hampir sama. ”Ya kalau dilihat dari hasilnya sebetulnya, mereka itu satu sama lainnya saling menutupi. Rata-rata diatas 60 persen untuk tes tulis, tak berbeda jauh dengan tes wawancara juga. Intinya, dilihat dari nilainya mereka bisa dikatakan lolos semua, cuma memang sesuai ketentuannya harus ada satu yang tereliminasi, karena maksimal tiap desa hanya bisa lima calon saja,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 12 balon Kades dari dua Desa mengadakan tes seleksi di Hotel Santika, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (15/3) , yang langsung dipimpim oleh 10 orang tim independen yang berasal dari akademisi kampus Unisma, Kota Bekasi.

Adapun materi yang diberikan kepada balon Kades dalam tes seleksi tersebut, diungkapkan Kabid Pemerintah Desa DPMD Kabupaten Bekasi, Maman Firmansyah, untuk tes tulis soalnya lebih ilmu pengetahuan umum. Sedangkan, dalam tes wawancara lebih kepada visi-misi balon, kepemimpinan dan public speaking maupun body language-nya. (mhf)

Related Articles

Back to top button