Berita UtamaCikarang
Trending

Kejari Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi SMPN 3

DEMO KEJARI: Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Santri Anti-Korupsi Untuk Negeri (Sarung) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi dengan tuntutan untuk mengusut tuntas kasus dugaan penyelewengan anggaran pembangunan gedung SMPN 3 Karang Bahagia. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Puluhan pemuda yang mengatasnamakan Santri Anti-Korupsi Untuk Negeri (Sarung) melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, dengan tuntutan agar Kejaksaan Negeri (Kejari) mengusut tuntas kasus dugaan korupsi pembangunan SMPN 3 Karang Bahagia yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 13,2 miliar.

Koordinator aksi, Abdul Mu’min menuding, banyak kasus korupsi yang ditangani oleh Kejari Kabupaten Bekasi tidak ditangani secara professional, bahkan dinilai jalan ditempat. Salah satunya, kasus dugaan korupsi pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 3 Karang Bahagia yang melibatkan PT Ratu Agung Pribumi (RAP).

”Kami datang untuk memberi dukungan moral kepada Kejari agar bekerja secara profesional supaya tidak masuk angin, bukan ingin melakukan audiensi,” ucap pria yang akrab disapa Ustad Aab ini,” Senin (16/3).

Pihaknya menilai, Kejari lamban dalam menindaklanjuti laporan mahasiswa mengenai dugaan Tindak Pidana Korupsi terkait pembangunan SMPN 3 Karang Bahagia.

Dalam orasi-nya, Aab menyampaikan, permasalahan SMPN 3 ini harus diserahkan pada ahlinya, yakni Kejaksaan selaku penegak hukum. Oleh sebab itu, dalam konteks penanganan korupsi, secara kelembagaan adalah Kejaksaan.

”Jadi kami perlu berikan dorongan moral, dan istighotsah bersama dengan para santri. Supaya para penegak hukum dari aspek keimanan terjaga dan profesional dalam pengungkapan kasus korupsi,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Raden Rara Mahayu menuturkan, untuk saat pihaknya belum dapat menjelaskan seperti apa tahapan pada pengungkapan kasus SMPN 3 Karang Bahagia.

”Kami masih melakukan penyelidikan. Dalam hal ini mencari bukti-bukti untuk menentukan langkah yang akan diambil. Apakah bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan atau tidak,” kata Rara.

Sebelumnya, puluhan pemuda yang tergabung dalam Pergerakan Masyarakat Antikorupsi (Pemantik) juga melakukan aksi unjuk rasa, dan menuntut Kejari untuk segera mengungkap dugaan korupsi pembangunan USB SMPN 3 Karang Bahagia.

Para pemuda tersebut malah menyerahkan video asli yang diminta oleh pihak Kejari sebagai alat bukti pendukung bahwa pembangunan sekolah tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 sebesar Rp 13,2 miliar.

Koordinator lapangan, Abdul Muhaimin mendesak Kejari agar cepat menindak dan menaikkan status pemilik perusahaaan (pemborong) atau oknum yang terlibat dalam pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 3 Karang Bahagia.

”Kami menduga kasus ini sudah mulai bias, dikarenakan banyak intervensi dari oknum-oknum yang melindungi kontraktor atau dinas terkait. Intervensi terhadap kami sudah cukup kencang, dari berbagai oknum untuk tidak melanjutkan laporan kami ke Kejari Kabupaten Bekasi,” ujar pria yang akrab disapa Awe ini, Kamis (5/3).

Oleh sebab itu, kata dia, atas dasar keresahan dan harapan yang sama, pihaknya mendorong agar kasus tersebut cepat terungkap secara transparan. Sehingga hal ini menjadi efek jera untuk menghindari perbuatan yang sama pada pembangunan ke depannya.

Awe juga berharap, dalam kasus ini jangan hanya Kejari saja yang bertindak. Namun Bupati Bekasi juga dapat cepat tanggap prihal adanya laporan dari mahasiswa adanya pembangunan sarana pendidikan yang tidak sesuai dengan spek.

Dia juga menduga, ada permainan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam proyek USB SMPN 3 Karang Bahagia ini.

”Bupati harus tegas dalam mengevaluasi oknum-oknum ASN yang terlibat dalam proyek pembangunan, baik itu infrstruktur, khususnya sarana pendidikan. Jadi kami meminta kepada bupati agar turun tangan untuk memberikan sanksi kepada oknum-oknum ASN yang bermain dengan pihak kontraktor,” tukas Awe

Sementara itu, Kasie Intel Kejari Kabupaten Bekasi, Lawberty Suseno meminta agar para mahasiswa maupun pemuda bersabar. Karena pihaknya masih mengumpulkan barang bukti terkait kasus tersebut.

”Kami dari Tim Intelejen Kejaksaan Kabupaten Bekasi, masih menunggu Surat Perintah Tugas (Sprintug) guna melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait dugaan korupsi pembangunan SMPN 3 Karang Bahagia yang dilakukan oleh pihak swasta. Maka dari itu, izinkan kami bekerja,” ucap Lawberty. (and)

Related Articles

Back to top button