Metropolis

Harta Digasak, Teman Dianiaya

UNGKAP KASUS : Kapolsek Bekasi Timur Kompol Sutoyo (tengah) menunjukan barang bukti senjata tajam saat ungkap kasus pencurian dengan pemberatan di Mapolsek Bekasi Timur, Rabu (18/3). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Lantaran butuh ongkos pulang kampung, pedagang pecel di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, Qodri (23) tega mencuri harta benda dan menganiaya temannya sendiri.

Korban mengalami sejumlah luka tusukan senjata tajam, ketika tengah beristirahat di rumah kontrakan, di kawasan Rawalumbu, Jalan H Jayun nomor 96 RT 03/03, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Awal kejadian, diketahui Pilianti (43) meminta pekerjaan kepada tersangka. Hingga akhirnya korban dijanjikan untuk dipertemukan dengan bos pelaku. Lantaran saat korban dijemput oleh tersangka dini hari, sekira pukul 04.00, korban diajak untuk beristirahat di lingkungan kontrakan tersangka.

Korban dipersilahkan beristirahat di kamar nomor empat, sementara tersangka beristirahat di kamar nomor lima, Minggu (15/3) lalu.

”Namun demikian, setelah korban tidur di kamar tersebut timbullah niat jahat pelaku untuk mendapatkan harta benda korban, yaitu dompet dan handphone milik korban,” terang Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Sutoyo, Rabu (18/3).

Berbekal sebilah pisau, tersangka merangsek masuk ke dalam kamar kontrakan yang ditempati korban untuk istirahat. Tidak sengaja, tersangka menginjak kaki korban yang sedang tertidur hingga korban tersadar dan bangun. Korban meminta harta bendanya dikembalikan, terjadilah cekcok hingga korban dianiaya oleh tersangka.

Korban mendapatkan belasan luka akibat senjata tajam. Diantaranya, leher, ketiak, lengan kiri, dagu, dahi sebelah kanan, bahu sebelah kanan, lengan kanan, payudara sebelah kiri, lengan kiri, dan kedua telapak tangan.

Korban pura-pura mati agar tersangka menyudahi perbuatannya, selepas tersangka meninggalkan lokasi, korban meminta pertolongan dari warga sekitar. Hingga saat ini, korban masih di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi.

”Tersangka dihubungi oleh keluarga yang dikampung (Ujung Pandang) diminta untuk cepat pulang. Jadi butuh ongkos,” lanjut Sutoyo.

Lebih rinci, harta benda milik korban yang dicuri oleh pelaku terdiri dari satu telepon genggam dan dompet berisi uang tunai Rp195.500.

Di tempat yang sama, tersangka Qodri mengaku sudah mengenal korban sejak lama. Keduanya pernah bekerja ditempat yang sama sebagai penjual nasi bebek.

”Kenal dari jual bebek, tapi saya sudah berhenti jual bebek terus kembali ke jual pecel,” singkatnya.

Akibat perbuatannya, pelaku di jerat pasal 365 ayat 1 dan junto pasal 351 ayat 2 tentang pencurian dengan kekerasan dan penganiayaan, dengan ancaman 7 tahun penjara. (sur)

Related Articles

Back to top button