Kesehatan

Mask Mouth ⁣

Oleh: drg. Luciana Mery Utami, RS Anna Medika


RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebuah problema baru muncul di dunia Kedokteran Gigi yang menjadi banyak perbincangan dokter gigi di negara barat yaitu gejala kesehatan pada rongga mulut yang diakibatkan karena pemakaian masker sepanjang hari, yang dinamakan “Mask Mouth”.

Meski hal ini belum menjadi sebuah diagnosa yang baku, tapi ungkapan ini menjadi ungkapan baru yang digunakan untuk menggambarkan adanya permasalahan baru di bidang kedokteran gigi. Dari sisi penamaan bahasa Indonesia, pada saat penulisan artikel ini, penulis belum menemukan terjemahan yang baku selain “Mulut Masker “.⁣

Aktivitas luar sehari – hari yang berangsur padat, mengharuskan kita menggunakan masker sepanjang hari, baik itu orang dewasa atau anak anak, demi menjaga kesehatan diri dari penularan berbagai varian Covid 19. Hal ini berdampak secara signifikan pada permasalahan gigi geligi yang dialami oleh pasien. Sebagian besar dari pasien yang datang ke RS atau klinik gigi mengeluhkan adanya berbagai macam gejala, termasuk di dalamnya, mulut kering, bau yang kurang sedap dari rongga mulut, kerusakan gigi bahkan kerusakan jaringan gusi (Canadian Dental Association) dimana hal ini ditemukan juga pada orang yang memiliki kesehatan gigi yang baik sebelum pandemi, terlebih pada pasien yang sebelumnya sudah memiliki masalah pada gigi geliginya. ⁣

Hal ini pun juga penulis amati pada pasien yang datang di RS Anna Medika Bekasi, kecenderungan pasien mengalami masalah pada rongga mulut mengalami peningkatan justru pada pasien yang sebelumnya tidak pernah memiliki masalah berarti pada giginya.

Penelitian yang dilakukan oleh PNMedical menunjukkan bahwa pemakaian masker bisa mempengaruhi cara kita bernafas, nafas kita menjadi lebih cepat dan dangkal sehingga kita menjadi lebih sering bernafas melalui mulut daripada melalui diafragma. Akibatnya produksi saliva (air ludah) menurun, padahal saliva adalah salah satu mekanisme tubuh untuk mengurangi sisa makanan dan mencegah karies gigi.⁣

Pemakaian masker yang terlalu lama, disertai dengan tidak minum air yang cukup, mengkonsumsi banyak makanan/minuman yang mengandung gula, dan/atau terlalu banyak mengkonsumsi minuman yang tinggi konsentrasi asammya seperti kopi, bisa menambah jumlah bakteri (meningkatkan plak, kalkulus) dalam rongga mulut. Ketidakseimbangan jumlah bakteri inilah yang bisa menyebabkan berbagai gejala rongga mulut yang dirasakan oleh pasien, meningkatkan terjadinya karies gigi, permasalahan pada gusi bahkan kerusakan gigi (nekrosis pulpa).

Penelitian dari Aerosol and Air Quality menunjukkan bahwa dengan pemakaian masker terlalu lama semakin banyak karbondioksida yang terperangkap dalam rongga mulut, sehingga bisa meningkatkan tingkat keasaman mikroba rongga mulut dan bisa meningkatkan kejadian infeksi atau radang seperti gusi yang mudah berdarah atau bengkak. (Colgate.com)⁣

Bagaimana cara kita mencegah “Mask Mouth”? Adalah penting bagi kita untuk menjaga kesehatan gigi serta berupaya mencegah kerusakan pada gigi geligi semaksimal mungkin, karena rongga mulut adalah gerbang utama dalam penjagaan kesehatan seluruh tubuh. Cara efektif yaitu kita harus tetap menjaga kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan gigi, mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat serta melakukan pemeriksaan berkala dengan dokter gigi.

Penting bagi kita untuk selalu menjaga kebersihan dengan menyikat gigi minimal 2 kali sehari dengan teknik yang tepat, pemakaian dental floss dan memakai obat kumur bila diperlukan. Perhatikan bila ada perubahan dalam gigi dan gusi seperti nyeri, perubahan warna gusi, perdarahan atau bengkak, bila hal tersebut terjadi segeralah ke dokter gigi supaya secepatnya dilakukan perawatan. ⁣

Pakailah masker yang bersih dan minum air yang cukup sehingga produksi saliva selalu dalam keadaan optimal serta selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang bernutrisi tinggi, kunjungan rutin ke dokter gigi bisa dilanjutkan kembali apabila kondisi memungkinkan, karena saat ini semua pemeriksaan ke dokter gigi sudah dilakukan dengan upaya yang maksimal untuk pencegahan Covid-19 baik untuk pasien maupun operator yaitu, dokter gigi juga perawat gigi. Kesehatan gigi adalah langkah awal menuju kesehatan tubuh yang menyeluruh dan optimal sepanjang hidup kita, sehingga adalah hal yang bijak apabila kita menginveskan waktu dan usaha dalam menjaganya. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan.⁣

“Every tooth in a man’s head is more valuable than a diamond”⁣ – Miguel de Cervantes – ⁣

Related Articles

Back to top button