Metropolis

PLN Koordinasi BPBD Antisipasi Dampak Musim Hujan

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bekasi berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi perihal dampak musim hujan

“Sekarang sudah memasuki musim penghujan, kita koordinasi dengan BPBD untuk meminimalisir adanya insiden seperti korsleting listrik dan lainnya,” kata Manajer Area PLN UP3 Bekasi, Rahmi Handayani, Kamis (18/11/2021).

Lebih lanjut dikatakan Rahmi, PLN UP3 Bekasi telah bersiap menghadapi musim hujan yang berpotensi banjir. Berbagai upaya telah dilakukan oleh manajemen perusahaan pelat merah tersebut.

“Intinya kita bersiap harus ada antisipasi di musim penghujan. Supaya tidak ada dampak bencana yang luas. Upaya preventif juga telah dilakukan yakni melakukan peninggian gardu dan pemeliharaan aset di titik rawan banjir,” kata Rahmi.

Menurutnya, semua ULP (Unit Layanan Pelanggan) disiagakan melihat perkembangan dan curah hujan. Sementara jumlah personil yang ada terbagi pelayanan teknik 180 personil dan 24 orang tenaga organik serta armada motor sebanyak 13 dan kendaraan roda empat PLN Siaga 19 unit. Semua dilengkapi dengan peralatan sesuai Standar Operational Procedure (SOP).

“Mulai dari sebelum bencana. Contoh baru mulai hujan saja kita sudah mulai siap siaga dan mantau dan bahkan Tim kita selalu info dengan ketinggian kali misalnya ada yang melaporkan sehingga komunikasi dapat dengan baik untuk update perkembangan,” terangnya.

Sementara. Kepala Pelaksana BPBD Enung Nurkholis menyampaikan, adanya fenomena La Nina dapat berpotensi terjadinya bencana alam. Karena itu, pihaknya telah meminta stakeholder terkait untuk melakukan langkah pencegahan dampak bencana secara meluas. Misalnya mengidentifikasi kemunculan rekahan tanah, termasuk pengecekan pohon di jalan yang berpotensi patah maupun tumbang.

“Dampak La Nina kan bisa berpotensi banjir, longsor, angin kencang, dan sambaran petir. Maka itu, selain dari pemerintah juga diperlukan peran PLN dalam hal ini agar masyarakat merasa aman soal kelistrikan,” ujarnya.

Enung juga meminta warga untuk berkoordinasi dengan pemerintahan di wilayah seperti kelurahan dan kecamatan guna melakukan pemangkasan dahan pohon yang telah rimbun.

“Itu guna mengurangi beban pohon. Karena ketika tumbang dan menimpa kabel listrik, maka ekonomi juga bisa terganggu,” pungkasnya. (oke)

 

 

Related Articles

Back to top button