Bekasi

Mengintip Tradisi Lebaran Bekasi

Ajang Silaturahmi Sambil Atraksi Bela Diri

SILAT BEKASI MENDUNIA : Salahsatu pegiat seni bela diri menunjukan jurus silat dalam acara lebaran Bekasi di Desa Sriamur Tambun Utara Kabupaten Bekasi, Sabtu (8/9). Seni bela diri pencak silat Bekasi dilirik dunia. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jika ada lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, di Bekasi ada yang namanya lebaran Bekasi. Tradisi ini biasanya dirayakan setelah Lebaran Idul Fitri. Namun, kali ini dilaksanakan setelah lebaran Idul Adha.

LAPORAN
KARSIM PRATAMA

Hampir sama dengan makna lebaran sesungguhnya, yakni menjaga dan mempererat hubungan silaturahmi. Lebaran Bekasi yang sudah dilaksanakan sejak lama tersebut juga menjadi sarana bertemu warga satu dengan lainnya. Yang membedakan pada lebaran Bekasi yakni, sarana tersebut dijadikan ajang unjuk kebolehan silat bekasi.

Ya, dalam acara lebaran Bekasi yang mengusung tema ‘Merajut Silahturahmi di Tengah Pandem’i, para pesilat dari berbagai wilayah di Bekasi Raya (Kabupaten dan Kota Bekasi) yang tergabung dalam Jawara Jaga Kampung (Jajaka), mendatangi lapangan bola Desa Sriamur Tambun Utara Kabupaten Bekasi.

Para pesilat yang mengenakan pakaian adat betawi, satu-persatu menunjukan keahliannya dalam belah diri, mulai dengan tangan kosong, sampai menggunakan senjata tajam. Bahkan ada pesilat dari Jakarta dan Bogor, yang ikut menampilkan keahliannya dalam bela diri.

Pantuan Radar Bekasi dilokasi, ratusan orang yang hadir dalam acara lebaran Bekasi diwajibkan untuk mengenakan masker. Pihak panitia meminta orang-orang yang ada dilokasi tetap selalu berjaga jarak, guna mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Ketua Umum Jajaka Nusantara, Damin Sada mengatakan, acara lebaran Bekasi pada 2020 ini sudah yang kelima kalinya dilaksanakan. Dimana acara yang dilakukan secara bergantian antara Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, setiap tahunnya ini, sebagai ajang silaturahmi.

“Ini adalah ajang silaturahmi, setahun sekali, sama saja dengan lebaran. Biasanya kita lakukan setelah Idul Fitri, karena ada Covid-19, jadi baru bisa dilaksanakan sekarang, setelah adanya kelonggaran,” ujar pria yang dijuluki sebagai Jawara Bekasi ini, Sabtu (8/8).

Kata Damin, perkumpulan Jajaka yang dipimpin oleh dirinya ini, untuk melestarikan budaya pencak silat. Kendati demikian, bukan berarti masyarakat lainnya tidak diperbolehkan ikut ke dalam Jajaka, karena masyarakat dari kalangan apa pun yang mempunyai keahlian bisa masuk.

“Memang yang kita utamakan itu pencak silat, anggotanya sudah ada ribuan di Bekasi Raya. Dan 90 persen pesilat semua. Memang sambil melestarikan budaya pencak silat. Sesuai dengan jargon kita, jaga saudara, jaga negara, jaga agama,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Presiden World Traditional Pencak Silat Federation (Pencak Silat Tradisi Internasional), Rahmadsyah menuturkan, acara lebaran Bekasi sangat bagus sekali, karena tradisi ini mulai bergeser dengan adanya teknologi canggih.

Menurutnya, dengan adanya ini, minimal generasi muda tersadar dengan tradisi pencak silat. Pasalnya, pencak silat ini membawa pesan misi damai (harmoni), tidak ada keributan, karena tradisi ini mengajarkan adaf, akhlak, dan moral.

“Minimal generasi muda tersadar dengan tradisi yang tidak boleh hilang. Dan harus lestarikan ke generasi kedepan, supaya orang Indonesia itu kembali ke jati dirinya. Jadi medianya adalah pencak silat,” jelasnya.

Pria asli Bekasi ini mengungkapkan, pencak silat dari Bekasi ini sudah diakui oleh dunia. Bahkan bisa dibilang satelitnya pencak silat dunia adalah Bekasi. Hal itu terbukti dengan terpilihnya dirinya sebagai pencak silat dunia.

“Setahu saya naiknya pencak silat dunia dari Bekasi. Tentunya Bekasi itu adalah mecusuarnya untuk pencak silat dunia. Jadi Bekasi sudah dikenal dunia. Dan satelitnya pencak silat dunia adalah Bekasi,” ucapnya.

Masih Rahmadsyah, Bekasi ini mempunyai keunikan tersendiri, karena setiap wilayah ada pencak silat. Hal itu disebabkan karena Bekasi itu dikenal dengan kemandoran, tentunya diberbagai wilayah itu ada jagoan silat, yang selalu dilestarikan ke generasi muda. Dan itu sebagai potensi yang sangat luar biasa.

“Bekasi ini unik, setiap wilayah itu ada silat, ada ciri khas, para pesilat bisa bermain tangan kosong, senjata, dan berbagai aliran lainnya. Budaya itu tidak boleh hilang,” tuturnya. (*).

Related Articles

Back to top button