BekasiBerita UtamaMetropolis

Tanggul Kali Setiamekar Rusak

Tanggul
RUSAK : Tanggul Kali Setiamekar mengalami kerusakan setelah diterjang debit air yang besar pada Rabu (1/1) lalu. CR49/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Musibah banjir di awal tahun 2020, Rabu (1/1) lalu, mengakibatkan tanggul Kali Setiamekar rusak. Kerusakan tangggul sepanjang 400-500 meter terjadi di sekitar Perumahan Villa Setiamekar, Dusun III, Desa Setiamekar.

Kepala Desa Setiamekar, Suryadi mengungkapkan, kerusakan tanggul kali yang ada di wilayahnya disebabkan besarnya debit air saat hujan deras, pada Rabu (1/1). Hal ini juga membuat perumahan di wilayah tersebut terendam banjir sekitar satu meter.

“Kerusakan tanggul ini disebabkan besarnya debit air dari Kali Jatimulya ya muncul di aliran kali di sini hingga mengakibatkan tanggul-tanggul itu rusak. Dan memang kebetulan, untuk perencanaan penyusunan anggaran kita sudah ada ke sana untuk perbaikan dan peninggian,” kata Suryadi, Rabu (8/1).

Namun demikian, diakui Suryadi, sampai saat ini pihaknya masih belum mengadakan rapat bersama untuk menyusun perencanaan penggunaan anggaran di tahun 2020 terkait kegiatan itu. Pasalnya, di tahun ini telah diajukan program prioritas sesuai arahan pusat untuk perbaikan stadion mini.

“Tapi prinsipnya, kalau kita tahu bakal terjadi musibah ini, secara manusiawi pasti kita arahkan ke sana untuk anggaran tahun ini, tapi karena program prioritas sudah kita ajukan tahun ini tidak bisa di hold lagi untuk perbaikan stadion. Dan besok kita akan rapat dengan konsultan dan tenaga ahli pendamping untuk membahas berapa besar anggaran prioritas,” terangnya.

Suryadi pun menegaskan, program perbaikan dan peninggian tanggul sendiri telah masuk dalam rencana penggunaan anggaran di tahun 2020. Hanya saja belum dipastikan berapa besar yang akan dianggarkan untuk kegiatan atau program tersebut.

“Yang jelas kita sudah ada ke arah sana untuk perbaikan tanggul, sekaligus peninggian dan juga penurapan serta normalisasi kali di sana. Dan besok kita akan rapat bahas anggarannya dengan konsultan dan tenaga ahli pendamping,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Desa Setiamekar, Jaja mengakui, kalau kegiatan penurapan dan normalisasi kali yang ada di lokasi itu sudah pernah dilakukan. Termasuk pembuatan tanggul.

“Dan bencana itu sejujurnya tidak kita sangka-sangka sebelumnya dan tadi pun saya rapat mingon juga camat mengatakan hal yang sama. Ya di situ, kita tak menyangka banjir datang dan merusak tanggul dan turap kali disana,” tambahnya. (cr49)

Related Articles

Back to top button