PDIP-Golkar Solid

Ketua Fraksi Golkar, Daryanto
Ketua Fraksi Golkar, Daryanto

Radarbekasi.id – DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan DPD Partai Golkar Kota Bekasi tetap solid mendukung pemerintahan. Meskipun, dua partai yang mengusung Rahmat Effendi-Tri Adhianto ini kerap berbeda pandangan tentang sejumlah kebijakan di eksekutif maupun legislatif.

Hal ini dapat dilihat ketika Fraksi PDI Perjuangan menjadi salah satu pendorong agar dibentuknya Panitia Khusus KS-NIK di DPRD Kota Bekasi. Belum lagi pada pembagian alat kelengkapan dewan (AKD). Dimana, Fraksi PDI Perjuangan beserta fraksi lainnya tidak memberikan kursi bagi Fraksi Partai Golkar.


Pengamat Politik Bekasi, Adi Susila mengatakan, perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa dalam politik. Karena, politik bersifat dinamis.

”Untuk beberapa isu koalisinya solid, tapi untuk isu lainnya mereka berbeda pendapat. Dinamikanya tergantung tarik-menarik antara yang satu kepentingan dengan yang berbeda kepentingan,” katanya menanggapi perbedaan pendapat yang kerap muncul antara dua partai yang ketuanya menjadi kepala daerah ini, Rabu (22/1).


Anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Bekasi, Nicodemus Godjang menegaskan, pihaknya komitmen mendukung Rahmat Effendi-Tri Adhianto. ”Itu adalah komitment bersama. Terkait dengan kebijakan DPRD adalah proses politik, pansus dan lainnya. Bahwa anggota DPRD memiliki hak yang sama,” jelasnya.

Sehingga kata dia, dinamika politik yang ada di DPRD tidak bisa disimpulkan menjadi sebuah perpecahan antara PDIP dan Partai Golkar. ”Sampai saat ini, apapun proses DPRD menjadi tanggung jawab anggota DPRD pada masyarakat. Kalau ada pihak mengaitkan pada perpecahan, saya pikir jauh dari hal itu. Kami tetap komitmen dengan komitmen koalisi di pilkada lalu. Di Pilkada nanti pun kita berharap tetap berkoalisi,” harapnya.

Di lain tempat, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Bekasi, Daryanto menanggapi santai adanya rumor mengenai kerenggangan kedua partai tersebut. Menurutnya, anggapan yang muncul di masyarakat mengenai hubungan PDIP dan Golkar yang renggang hanya persoalan persepsi.

”Gini artinya ada macam-macam pemikiran. Jadi, cuma masalah persepsi. Saya pikir semua anggota DPRD punya persepsi sama membangun Kota Bekasi. Masalah lainnya masing masing. Terkait masalah koalisi, kini apasih di poliitk yang nggak mungkin,” jelasnya. (dan)