Muay ThaiOlahraga

Pencoretan Dua Atlet Regulasi Pusat

Muay-Thai
PRA-PON: Atlet Muay Thai Jawa Barat saat menghadapi pra-PON di GOR TNI Cilangkap, Jakarta Timur, pertengahan Desember 2019 lalu. IST/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Sekretaris Umum Muay Thai Indonesia (MI) Jawa Barat Nendy Suryanegara menegaskan, pencoretan dua nama atlet Pelatda dari Kabupaten Bekasi bukan oleh Pengda Jawa Barat.

Pencoretan sendiri, kata dia, dilakukan oleh pihak Pengurus Besar (PB) Muay Thai Indonesia, dengan dasar regulasi usia.

”Dias, memang karena faktor usia, belum masuk ke kelas junior PON, kemarin bisa bermain karena saya pakai data prestasi. Dia juara satu lho, meskipun lawannya berada di atas usianya. Sayapun masih mengupayakan untuk Dias, bisa berlaga di PON,” tegas Nendy.

Terkait M. Ramdhani Londo, Nendy menambahkan, pihak Pengda Jawa Barat masih berupaya, walaupun terhadang kuota zona tengah. Salah satu yang menghambatnya yaki wildcard atlet pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

”Yang sudah dipastikan lolos lima atlet, Adisty, Nursaadah, Ryan, Sandy, Tovan, mewakili pilihan utama Jabar di PON. Kemungkinan Jawa Barat menyiapkan atlet cadangan, untuk antisipasi bilamana atlet utama ada kendala dan halangan-halangan tertentu,” bebernya.

Sementara saat ditanya terkait lokasi Pelatda PON, Nendy menyatakan, lokasi ditentukan oleh sarana dan prasarana. Selain Subang yang ditetapkan, camp Muay Thai Kabupaten Bekasi, menjadi pilihan lain untuk proses sentralisasi nanti.

”Kita akan bagi-bagi lah, Kabupaten Bekasi masuk juga pada pengajuan venue Pelatda, karena secara sarana dan prasarana sudah mumpuni,” tukasnya.

Sementara, Ketua Pengda MI Jawa Barat, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi tidak menampik, adanya pencoretan pada beberapa atlet PON Jabar.

”Dari BK (pra-PON) kita meraih kuota lima nomor, karena entry by name, atlet Jawa Barat yang akan disentralisasikan sebanyak sepuluh,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Selasa (25/2).

Lebih jauh, pihaknya memastikan atlet Muay Thai Jabar yang akan tampil di PON belum final. Proses promosi degradasi masih dilakukan mencari atlet terbaik.

”Proses degradasi akan terus dilakukan sampai benar-benar menemukan atlet terbaik. Pelatda sendiri, akan dilaksanakan bulan besok (Maret). Di Pelatda nanti komposisi atlet akan terus di evaluasi, sampai ada putusan dari Binpres KONI Jawa Barat, siapa saja atlet yang fixed diterjunkan,” jelasnya. (dan)

Related Articles

Back to top button