Berita Utama

Warga Bekasi Meninggal Diduga Corona

BEKASI – Seorang warga Bekasi yang bekerja di BUMN meninggal dunia diduga terserang COVID 19 atau Corona. Korban meninggal di Cianjur dengan sejumlah gejala, mulai dari batuk, flu, dan sesak nafas sepulangnya dari tugas ke Malaysia pada 14-17 Februari lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga Bekasi yang tengah berkunjung ke rumah saudaranya di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur itu meninggal pada Selasa (3/3/2020) pukul 04.00 WIB.

“Meninggal tadi pagi di RSDH, belum sempat dirujuk ke Bandung,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur, Yusman Faisal, Selasa (3/3/2020).

Menurutnya, pasien tidak langsung dirujuk lantaran kondisinya terus mengalami penurunan. Pihak rumah sakit dan dinas kesehatan berupaya melakukan penanganan medis agar pasien bisa membaik sehingga dapat segera dirujuk ke Bandung.

“Tapi ternyata terus menurun kondisinya, hingga akhirnya meninggal dunia,” ucap Yusman.

Dia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah pasien tersebut meninggal karena terjangkit Corona atau penyebab lainnya. Namun pihaknya sudah mengambil sampel darah untuk diuji labolatorium sehingga dapat dipastikan penyebab kematian pasien.

“Untuk Coronanya kan masih suspect atau diduga, belum positif. Jadi belum bisa dipastikan juga apa penyebab kematiannya. Kami juga sedang koordinasi dengan rumah sakit terkait penyebab kematian pasien. Tapi sampel darah sudah diambil untuk diuji lab,” ucapnya.

Sebelumnya, seorang pasien laki-laki diduga virus Corona dirawat di RSDH Cianjur, Senin (2/3/2020). Pasien tersebut diduga Corona lantaran menunjukan sejumlah gejala, mulai dari batuk, flu, dan sesak nafas. Pasien itu beberapa waktu lalu pulang tugas dari Malaysia.

DJ sempat mendapat perawatan intensif  di Rumah Sakit Dokter Hafidz (RSDH) Cianjur pada Minggu (1/3/2020) dengan gejala sesak nafas. DJ pun segera mendapatkan perawatan intensif dan harus menjalani observasi.

DJ memang sempat pergi ke Malaysia pada 14-17 Februari 2020 dan pulang dengan kondisi sehat. Namun, pada tanggal 20 Februari 2020, kondisi pria paruh baya itu mengalami demam dan batuk-batuk. Sehingga dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi dan menjalani perawatan selama lima hari dari tanggal 22-26 Februari 2020.

Dengan kondisi yang belum pulih 100 persen, pada tanggal 29 Februari 2020 DJ melakukan perjalanan ke keluarganya di Kecamatan Ciranjang untuk bersilaturahmi dan melakukan pengobatan alternatif. Tanpa diduga, bukan kondisi yang semakin membaik, DJ justru mengalami sesak nafas dan kondisi fisiknya menurun.

Hingga akhirnya, pihak keluarga pun membawa DJ ke RSDH Cianjur. Melihat kondisi tersebut, pihak rumah sakit pun langsung membawa pasien ke ruangan khusus dan dilakukan observasi.

Legal Officer RSDH Cianjur, Fabella Dewi menjelaskan, pasien DJ datang berobat ke UGD RSDH Cianjur pada 1 Maret 2020. Berdasarkan screening dan anamnesa dokter, pasien tersebut masih dugaan atau suspect. “Kami masih menunggu hasil dari pemeriksaan pihak-pihak terkait,” ungkapnya kepada Radar Cianjur (Radar Bekasi Group).

Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil mengatakan, semua Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) yang ada di 27 kota/kabupaten telah siaga satu. Kemudian rujukan utama yang ada di RS Hasan Sadikin juga sudah dilakukan inspeksi, dan mereka siap. “Saya ingatkan definisi siap itu ternyata jumlah kasur atau tempat isolasi belum terlalu banyak dan harus dikondisikan lagi,” kata pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Kemudian untuk alat pengetesan di Jawa Barat, lanjut Emil, itu belum ada untuk mengecek positif dan tidaknya. Karena semua harus ke laboratorium kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia. Sebab, mereka memiliki teknologi canggih.

Menurutnya, jika orang yang sudah terkena susfec mungkin sudah ada. Karena gejalanya mirip-mirip dengan gejala flu, batuk, sesak nafas dan sebagainya. Bahkan sudah ada di mana-mana, baik Jawa Barat maupun di Jawa Tengah. “Saya kira kita harus percaya ke hasil laboratorium Kementerian Kesehatan. Jadi semua itu akan diobservasi sesuai prosedurnya,” kata Emil. (zar/kim/dan/det/rc)

Related Articles

Back to top button